Kolaps di Lapangan untuk Kedua Kalinya, Kondisi Eriksen Dipastikan Membaik
- 09 Jun 2026 06:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Christian Eriksen dilaporkan dalam kondisi baik setelah kolaps di lapangan dan segera dipulangkan dari rumah sakit.
- Alat ICD yang ditanam pada tubuh Eriksen berfungsi sesuai harapan saat insiden terjadi.
- Sejumlah pesepak bola tetap melanjutkan karier meski menggunakan ICD.
RRI.CO.ID, Jakarta – Christian Eriksen dilaporkan berangsur pulih setelah kolaps saat membela Denmark pada laga persahabatan melawan Ukraina, Minggu, 7 Juni 2026. Tim medis menyatakan gelandang berusia 34 tahun itu segera diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
Pertandingan di Stadion Nature Energy Park itu dihentikan pada menit ke-65 setelah Eriksen tiba-tiba terjatuh di lapangan. Laga kemudian dibatalkan tidak lama setelah pemain itu mendapat penanganan medis.
Dokter tim nasional Denmark, Morten Boesen, memastikan kondisi Eriksen saat ini stabil. Boesen mengatakan Eriksen kini bersama keluarganya dalam suasana yang positif.
"Saya berbicara dengan Christian pagi ini dan kondisinya baik. Ia bersama keluarganya dan dalam semangat yang baik," kata Boesen dikutip dari BBC Sports.
Menurut Boesen, Eriksen diperkirakan segera meninggalkan rumah sakit dalam waktu dekat. "Harapannya, ia segera dipulangkan dan dapat kembali ke rumah," ucapnya.
Eriksen menggunakan Implantable Cardioverter Defibrillator atau ICD sejak mengalami henti jantung pada Euro 2020. Perangkat tersebut membantunya kembali bermain sepak bola di level tertinggi.
Sejak kejadian di Euro, kontrak Eriksen bersama Inter Milan diakhiri atas kesepakatan bersama. Hal itu karena pemain yang menggunakan perangkat ICD tidak diizinkan bertanding di kompetisi Serie A Italia.
Eriksen kemudian melakukan comeback-nya bersama Brentford pada 2022, sebelum bergabung dengan raksasa Inggris, Manchester United. Setelah kontraknya habis pada 2025, ia bergabung dengan klub asal Jerman, Wolfsburg.
Sebelum comeback-nya pada tahun 2022, Eriksen pernah berbicara kepada BBC Sport terkait penggunaan ICD. Ia menyatakan tidak khawatir menggunakan alat tersebut dan kembali turun ke lapangan.
"Saya tidak melihat adanya risiko. Saya menggunaak ICD, jika terjadi sesuatu, saya akan aman,” ujar Eriksen.
ICD merupakan perangkat berukuran sekitar setengah telepon genggam yang dilengkapi dengan kabel tipis menuju area di sekitar jantung. Terdapat dua jenis utama ICD, salah satunya ditanam di bawah kulit dekat ketiak dan berfungsi seperti defibrilator mini.
Aneil Malhotra, Profesor Kardiologi Olahraga di Manchester Metropolitan University, menjelaskan fungsi perangkat ICD. “Perangkat ini bekerja 24 jam sehari dan terus memantau irama jantung,” ujarnya kepada BBC Radio 5 Live.
"Jika jantung mengalami gangguan irama berbahaya yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak, perangkat ini dapat mendeteksinya dengan cepat. Penanganan yang diberikan termasuk menyalurkan sengatan listrik, jika diperlukan, untuk mengembalikan irama jantung ke kondisi normal,” kata Mahotra menambahkan.
Kasus Eriksen bukan satu-satunya di dunia sepak bola profesional. Daley Blind dan Tom Lockyer juga melanjutkan karier setelah mengalami masalah jantung serius.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....