Disanksi Bertanding tanpa Suporter Selama Satu Musim, Persipura Buka Suara
- 21 Mei 2026 13:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Persipura Jayapura mendapat sanksi dari Komite Disiplin PSSI akibat kerusuhan laga kontra Adhyaksa FC.
- Kerusuhan terjadi usai Persipura kalah 0-1 pada laga play-off di Stadion Lukas Enembe.
- Penonton dilarang hadir pada seluruh laga kandang Persipura selama satu musim penuh
- Fasilitas stadion mengalami kerusakan dan sejumlah kendaraan dibakar di sekitar stadion
RRI.CO.ID, Jakarta – Persipura Jayapura mendapat hukuman dari Komite Disiplin PSSI terkait kerusuhan yang terjadi pada laga kontra Adhyaksa FC. Penonton dilarang hadir pada laga kandang Persipura selama satu musim.
Laga play-off di Stadion Lukas Enembe itu berakhir pahit bagi sang Mutiara Hitam. Mereka kalah 0-1 dan harus mengubur mimpi promosi ke Super League.
Kekalahan itu memicu amarah suporter yang merangsek masuk ke lapangan pertandingan. Fasilitas stadion rusak parah dan sejumlah kendaraan dibakar di area sekitar stadion.
Insiden tersebut menjadi alasan Komite Disiplin PSSI menjatuhkan hukuman tegas bagi kubu Persipura. Mereka dilarang menggelar laga kandang dengan penonton selama satu musim.
Sanksi hukuman tanpa penonton tertulis dalam SK Komdis PSSI Nomor 246 tanggal Rabu 13 Mei 2026. Dalam SK tersebut tertulis hukuman diberikan akibat perilaku penonton yang diduga merusak fasilitas dan membakar mobil di area stadion.
Hukuman tersebut efektif berlaku untuk ajang Championship pada musim 2026/2027 mendatang. Merespons hal itu, Persipura menyatakan menghormati regulasi ini.
"Kami memahami bahwa disiplin, keamanan, serta kepatuhan terhadap regulasi FIFA dan PSSI merupakan bagian penting dalam membangun sepakbola Indonesia yang lebih baik dan profesional," bunyi pernyataan Persipura yang dilihat RRI.co.id Kamis, 21 Mei 2026.
Edukasi berkelanjutan melalui komunikasi intensif dianggap jauh lebih penting bagi perubahan sikap. Persipura lebih ingin suporter bisa memahami tanggung jawab moral saat mengawal tim di lapangan.
"Yang tidak kalah penting ke depannya adalah edukasi dan sosialisasi berkelanjutan kepada para suporter, pendukung, serta penonton secara umum - membangun kesadaran yang lebih baik tentang bagaimana mendukung tim secara bertanggung jawab, menghormati regulasi, menjaga ketertiban, serta saling menjaga satu sama lain selama pertandingan berlangsung. Budaya disiplin dalam sepakbola tidak dapat dibangun hanya melalui hukuman semata, tetapi juga melalui pembinaan, komunikasi, dan rasa tanggung jawab bersama." lanjut bunyi pernyataan tersebut.
"Persipura percaya bahwa para pendukung memiliki kecintaan dan semangat yang besar terhadap klub ini. Dengan arahan yang tepat, koordinasi yang lebih baik, serta rasa tanggung jawab bersama, kami percaya kita dapat menciptakan atmosfer sepakbola yang lebih sehat, aman, tertib, dan disiplin, yang benar-benar mencerminkan semangat sepakbola Indonesia." ujarnya.
"Sebagai bagian dari solusi ke depan, kami juga berharap PSSI dapat bersama-sama dengan klub melakukan pengawasan, pendampingan, serta program sosialisasi yang lebih aktif kepada suporter dan penonton secara umum. Kami percaya pendekatan kolaboratif seperti workshop bersama, edukasi rutin, forum komunikasi, dan pembinaan langsung kepada komunitas suporter dapat menjadi langkah positif dalam membangun budaya sepakbola Indonesia yang lebih dewasa dan bertanggung jawab."
"Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak - klub, suporter, penyelenggara, maupun seluruh pemangku kepentingan - agar sepakbola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan, persatuan, profesionalisme, serta budaya suportif yang lebih baik di masa depan," tutup pernyataan Persipura.
Manajemen Persipura juga mengajak PSSI berkolaborasi melalui workshop dan forum komunikasi suporter rutin. Upaya ini dipercaya sinergi ini menjadi kunci utama demi kemajuan sepak bola nasional Indonesia.
Persipura berharap insiden ini menjadi bahan evaluasi demi perkembangan sepak bola yang profesional. "Kami berharap momentum ini dapat menjadi bahan refleksi dan perbaikan bagi seluruh pihak agar sepak bola Indonesia dapat terus berkembang dengan kedewasaan," kata manajemen Persipura.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....