Gagal di Piala Asia U-17, Pengamat Soroti Minimnya Persiapan Timnas U-17
- 13 Mei 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pengamat sepakbola Lucas Aditya menilai kegagalan Timnas Indonesia U-17 dipengaruhi persiapan yang kurang maksimal menjelang Piala Asia U-17 2026.
- Minimnya pemusatan latihan dan uji coba membuat chemistry antarpemain Timnas Indonesia U-17 belum terbentuk dengan baik selama turnamen.
- PSSI didorong memperkuat scouting pemain muda dan memperbanyak turnamen usia dini demi meningkatkan kualitas Timnas Indonesia ke depan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kegagalan Timnas Indonesia U-17 memicu sorotan terhadap sistem pembinaan pemain muda nasional. Evaluasi menyeluruh dinilai penting memperbaiki kualitas persiapan menghadapi turnamen internasional.
Pengamat sepakbola Lucas Aditya menilai persiapan Garuda Muda berlangsung kurang maksimal. Minimnya pemusatan latihan disebut memengaruhi performa tim sepanjang Piala Asia U-17 2026.
“Kegagalan ini buah kesiapan yang tidak maksimal. Persiapan tim terlihat belum benar-benar matang,” kata Lucas Aditya dalam perbincangan bersama Pro3 RRI, Rabu, 13 Mei 2026.
Menurutnya, kekurangan persiapan terlihat saat Indonesia menghadapi Jepang pada laga terakhir grup. Passing antarpemain dinilai kurang rapi dan chemistry tim belum terbentuk sempurna.
“Pemain terlihat kebingungan menghadapi tekanan Jepang. Mereka seperti tidak siap menghadapi permainan lawan,” ujarnya.
Untuk itu, ia meminta PSSI memperkuat pembinaan melalui kompetisi usia muda nasional. Turnamen usia dini dinilai penting menjaring pemain potensial sejak awal.
Menurut Lucas, Indonesia memiliki banyak kompetisi yang bisa dimanfaatkan sebagai sarana scouting pemain muda. Pembinaan berjenjang dianggap penting agar pemain berkembang hingga level senior.
Sebelumnya, Timnas Indonesia U-17 gagal lolos dari fase grup Piala Asia U-17 2026. Garuda Muda finis juru kunci dengan raihan tiga poin.
Indonesia sempat menang 1-0 melawan China pada laga pembuka grup. Namun, Garuda Muda kemudian kalah dari Qatar dan Jepang.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto meminta pemain tidak larut dalam kekecewaan usai turnamen. Ia menegaskan pemain masih memiliki masa depan panjang di sepakbola nasional.
“Atas nama pelatih saya meminta maaf atas kegagalan ini. Saya tetap berterima kasih kepada seluruh pemain,” kata Kurniawan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....