Klub Promosi Liga 1 Dinilai Harus Siap Bersaing Ketat

  • 09 Mei 2026 20:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pengamat sepak bola Asghar Saleh menilai persaingan Pegadaian Liga 2 musim ini berlangsung sangat ketat dan kompetitif.
  • PSS Sleman disebut menjadi tim promosi paling siap bersaing di Liga 1 berkat pengalaman dan dukungan suporter.
  • Klub-klub promosi dinilai harus memperkuat pemain asing dan infrastruktur agar mampu bertahan di Liga 1.

RRI.CO.ID, Jakarta - Pengamat sepak bola, Asghar Saleh, menilai persaingan di Pegadaian Liga 2 musim ini berlangsung sangat ketat. Kualitas tim di wilayah barat dan timur dinilai relatif merata sepanjang kompetisi.

Menurut Asghar, ketatnya persaingan terlihat dari statistik klasemen akhir setiap grup. Ia menyebut banyak capaian tim musim ini berlangsung sangat kompetitif hingga laga terakhir.

“Aspek kompetitifnya luar biasa karena kualitas tim hampir merata,” kata Asghar, dalam perbincangan di Pro 3 RRI, Sabtu, 9 Mei 2026. Ia menilai situasi itu membuat perebutan tiket promosi berjalan semakin menarik.

PSS Sleman dan Garudayaksa FC berhasil memastikan promosi otomatis sebagai juara grup. Asghar menilai stabilitas skuad menjadi faktor penting keberhasilan kedua klub tersebut.

Menurutnya, PSS Sleman tidak banyak melakukan perubahan pemain maupun strategi permainan. Dukungan suporter juga disebut memberi pengaruh besar terhadap performa tim sepanjang musim.

“Secara teknik dan taktikal, PSS nyaris sama seperti saat bermain di Liga 1,” ujarnya. Ia menilai konsistensi itu menjadi pembeda dibanding klub lain.

Sementara itu, Garudayaksa FC dinilai mampu memaksimalkan potensi pemain lokal. Regulasi pembatasan pemain asing di Liga 2, lanjutnya, dianggap memberi keuntungan tersendiri.

Asghar menyebut tiga tim promosi banyak memberi kesempatan kepada pemain muda. Kehadiran pemain senior berpengalaman juga dinilai membantu menjaga keseimbangan tim.

“Ada banyak pemain muda di bawah usia 24 tahun yang diberi kesempatan bermain di tiga klub promosi,” katanya. Ia menilai keberanian pelatih memainkan pemain muda memberi warna tersendiri.

Dari ketiga tim promosi, PSS Sleman dinilai paling siap menghadapi Liga 1 musim depan. Pengalaman bermain di kasta tertinggi di musim-musim sebelumnya, menurut Asghar, menjadi modal penting bagi Super Elang Jawa.

Meski begitu, ia mengingatkan tantangan Liga 1 jauh lebih berat dibanding Liga 2. Klub promosi harus menambah kualitas skuad, terutama pemain asing.

“Liga 1 berbeda jauh karena tujuh pemain asing bisa bermain dalam satu pertandingan,” ucapnya. Ia menilai kebutuhan anggaran klub otomatis akan meningkat drastis.

Selain kualitas pemain, klub promosi juga harus memenuhi standar lisensi AFC. Aspek legalitas, SDM, dan infrastruktur menjadi syarat utama mengikuti kompetisi Liga 1.

“Bukan berarti tim promosi lalu otomatis bisa bermain di Liga 1,” katanya. Ia menilai persiapan manajemen sangat menentukan masa depan klub promosi.

Asghar juga menyoroti pentingnya perekrutan pemain asing berkualitas di Liga 1. Persaingan antarklub dinilai semakin ketat karena kontribusi pemain asing sangat dominan.

Ia menilai klub promosi harus segera memperkuat komposisi pemain dan manajemen tim. Langkah itu penting agar mereka tidak hanya menjadi pelengkap kompetisi musim depan.

Persaingan ketat sepanjang musim telah melahirkan tiga klub yang sukses merebut tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola nasional, Liga 1 Super League musim 2026/2027. Tiga tim yang resmi naik kasta adalah Garudayaksa FC, PSS Sleman, dan Adhyaksa FC.

PSS Sleman dan Garudayaksa FC memastikan promosi otomatis usai tampil konsisten dan keluar sebagai juara grup di babak penentuan. Sementara Adhyaksa FC berhasil mengamankan tiket terakhir setelah menang dramatis 1-0 atas Persipura Jayapura dalam laga Playoff Promosi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....