Kelme Audit SOP dan Buka Jalur Aduan Soal Jersey Timnas
- 07 Mei 2026 20:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kelme Indonesia mengambil langkah evaluasi setelah muncul keluhan mengenai nameset jersey Timnas Indonesia
- Kelme menegaskan, audit SOP dilakukan untuk memastikan proses pressing nameset berjalan lebih optimal
- Komunitas Kolektor Jersey Timnas Indonesia (KJTI), menilai keterlibatan komunitas menjadi sinyal baik dalam upaya memperbaiki kualitas produk jersey Timnas
RRI.CO.ID, Jakarta - Kelme Indonesia mengambil langkah evaluasi setelah muncul keluhan mengenai nameset jersey Timnas Indonesia. Evaluasi dilakukan usai sejumlah konsumen melaporkan nameset jersey mengalami kerusakan dan terkelupas.
CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya mengatakan, pihaknya tidak langsung bereaksi terhadap kritik publik. Kelme memilih mengumpulkan masukan dan mencari penyebab utama persoalan sebelum mengambil langkah perbaikan.
"Dari akhir Maret sampai sekarang itu kami bukannya diam, kami mendengar, kami menangkap. Kami bekerja sama juga dengan berbagai pihak, salah satunya dengan KJTI (Kolektor Jersey Timnas Indonesia), juga pihak PSSI," ucapn Kevin usai diskusi di Gedung GBK Arena Senayan, Jakarta pada Rabu, 6 Mei 2026.
Kevin menjelaskan, setelah menemukan root cause-nya (akar permasalahan), pihaknya baru menetapkan alur penyelsaian masalah. Sesuai dengan akar permasaahannya masing-masing.
"Terkait dengan players, kami akan melakukan pendampingan dengan adanya tim ahli untuk proses pressing-nya. Supaya bisa ada proses monitoring terkait bagaimana sih SOP-nya (standar operational), sudah dijalankan atau belum," ujar Kevin.
"Kalaupun sudah, ada yang perlu di-tweak lagi enggak nih dari mesinnya. Karena seperti yang tadi saya sampaikan, setiap mesin ternyata itu beda-beda, enggak bisa sama dengan SOP yang sama," kata Kevin.
Kevin menegaskan audit SOP dilakukan untuk memastikan proses pressing nameset berjalan lebih optimal ke depannya. Langkah tersebut diharapkan mencegah kasus nameset terkelupas kembali terjadi pada produk jersey Timnas.
Selain evaluasi produksi, Kelme juga membuka jalur pengaduan resmi bagi konsumen jersey Timnas Indonesia, melalui surat elektronik (email). "Kami menyediakan dan meluncurkan cs@kelmeid.com, bisa diajukan saja kalau misalkan ada masukan, komplain, terkait nameset ataupun lainnya," ucap Kevin menjelaskan.
Perwakilan komunitas Kolektor Jersey Timnas Indonesia, Gerardo Gusti menyambut positif langkah evaluasi yang dilakukan Kelme Indonesia. Ia menilai keterlibatan komunitas menjadi sinyal baik dalam upaya memperbaiki kualitas produk jersey Timnas.
"Kita senang juga ya sudah diajak diskusi seperti begini, berarti kan komunitas dilibatkan. Berarti kita sama-sama aware (perduli) sama produknya, yang punya produknya juga aware sama community (komunitas) dan juga suara konsumen," ujar Gerardo menambahkan.
Gerardo juga mengatakan komunitas KJTI siap membantu menampung masukan dari penggemar Timnas Indonesia. Menurutnya, laporan konsumen nantinya dapat diteruskan langsung kepada pihak Kelme Indonesia.
"Dari KJTI kami ada grup WhatsApp, Instagram kita juga selalu open dan adminnya juga responsif. Kalau memang ada keresahan tentang jersey Timnas, kalau ketemu Pak Kevin terlalu jauh, mungkin bisa melalui Instagram kami," kata Gerardo.
Diskusi Kelme bersama media berlangsung sebagai respons atas kritik dari konsumen dan suporter Timnas Indonesia. Keluhan tersebut muncul setelah sejumlah nameset jersey dilaporkan mudah lepas saat digunakan.
Sorotan publik terhadap persoalan itu semakin besar karena Kelme baru diperkenalkan PSSI sebagai apparel resmi Timnas. Kelme diketahui akan menjadi penyedia jersey dan perlengkapan Timnas Indonesia hingga tahun 2030 mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....