Pemkab Malang Tak Rekomendasikan Derbi Jatim Digelar di Stadion Kanjuruhan
- 16 Apr 2026 18:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Kabupaten Malang menolak Kanjuruhan sebagai lokasi laga Derby Jatim
- Laga Arema FC melawan Persebaya dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026.
RRI.CO.ID, Malang - Pemerintah Kabupaten Malang menolak Kanjuruhan sebagai lokasi laga Derby Jatim. Laga Arema FC melawan Persebaya dijadwalkan berlangsung pada 28 April 2026.
Penegasan disampaikan Asisten Pemerintahan Rahmat Hardijono dalam forum diskusi publik di Malang. Kegiatan tersebut membahas kesiapan daerah menjelang pertandingan besar tersebut.
Rahmat menegaskan sikap pemerintah daerah terkait penggunaan Stadion Kanjuruhan. Ia menyebut kondisi psikologis masyarakat masih belum pulih sepenuhnya.
"Pemkab Malang tidak merekomendasikan laga Derby Jatim digelar di Kanjuruhan. Ini ada luka yang belum pulih dan belum bisa disembuhkan," ujar Rahmat.
Ia mengatakan, keputusan tersebut akan dibawa dalam rapat bersama kepolisian setempat. Hingga kini, izin penyelenggaraan pertandingan tersebut juga belum diterbitkan.
Rahmat menyebut Bupati Malang akan menyampaikan sikap resmi dalam forum tersebut. Pemerintah daerah tetap konsisten menolak penggunaan stadion tersebut.
Ketua PSSI Kabupaten Malang, Ali Murtadho, menilai keputusan itu berpengaruh besar. Ia menyebut penolakan tersebut dapat menjadi dasar pembatalan pertandingan.
"Kalau Pemkab tidak merekomendasikan, itu sudah menjadi unsur pembatalan pertandingan. Izin belum keluar dan situasi keamanan juga menjadi pertimbangan," kata Ali.
Selain itu, lanjut dia, pihak kepolisian belum siap mengamankan pertandingan tersebut. Hal itu memperkuat kemungkinan laga tidak digelar di Kanjuruhan.
Peneliti Rafi Azzamy turut menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut. Ia menilai ada kepentingan tertentu di balik rencana penggunaan stadion.
"Saya melihat ada niat tertentu dalam penyelenggaraan laga di Kanjuruhan. Pertandingan itu berpotensi mengaburkan persoalan tragedi sebelumnya," ujar Rafi.
Rafi mengusulkan pertandingan dipindahkan ke luar daerah demi menghindari polemik. Ia menilai lokasi alternatif lebih aman bagi semua pihak.
Anggota DPRD Kota Malang, Ginanjar Yoni Wadoyo, menyoroti pentingnya pemulihan pascatragedi. Ia menekankan keseimbangan antara kemanusiaan dan kebangkitan sepak bola.
"Tapi itu tidak boleh terus berlanjut, kita harus pulih bersama. Dari kemanusiaan kita catat, dari sepak bola kita harus bangkit," kata Ginanjar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....