FIFA Siapkan Skenario Darurat, Antisipasi Mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026
- 15 Apr 2026 22:25 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- FIFA tolak permintaan Iran untuk memindahkan gelaran Piala Dunia 2026 ke Mexico.
- FIFA dikabarkan tengah merencanakan adanya play-off tambahan untuk menggantikan posisi Iran di Piala Dunia 2026.
RRI.CO.ID, Jakarta - Perhatian publik tengah tertuju pada potensi perubahan besar dalam peta persaingan Piala Dunia. Pasalnya, "Team Melli" (sebutan timnas Iran), sempat dikabarkan mundur dari Piala Dunia 2026, menyusul kondisi geopolitik yang masih memanas.
Sebelumnya, Pemerintah Iran melalui Menteri Olahraga Ahmad Donyamali menyebut bahwa kondisinya tidak memungkinkan untuk mengikuti turnamen yang sebagian digelar di Amerika Serikat. Iran melarang tim olahraga bepergian ke negara yang dianggap tidak aman atau hostile, yang semakin memperkuat potensi absennya Iran dari Piala Dunia 2026.
Presiden Federasi Sepak Bola Iran (FFIRI), Mehdi Taj, juga mempertanyakan partisipasi Iran di turnamen tersebut setelah serangan terbaru. Ia menyebut akan sulit bagi negaranya menyambut kompetisi itu dengan rasa optimis.
“Setelah serangan terhadap Iran ini, kami tidak bisa diharapkan menatap Piala Dunia dengan penuh harapan. Jika situasinya seperti ini, siapa yang waras akan mengirim tim nasionalnya ke tempat seperti itu?” ujar Taj di televisi pemerintah Iran, dikutip dari The Times India, Rabu, 15 April 2026.
Sebagai solusi, Iran sempat meminta FIFA memindahkan turnamen ke Meksiko. Namun, pada 17 Maret, FIFA secara resmi menolak permintaan tersebut dan tetap mempertahankan jadwal awal yang sudah ditetapkan Desember 2025 lalu.
Keputusan itu diambil karena mempertimbangkan kendala logistik, meski FFIRI telah mengajukan permintaan tersebut secara langsung bulan lalu. "FIFA memutuskan bahwa pertandingan tidak dapat dipindahkan dari lokasi semula," ujar Presuden Meksiko, Claudia Shenbaum dalam keterangan resminya.
"Hal itu akan membuat logistik menjadi terlalu rumit, dan keputusan ini diambil (langsung) oleh FIFA,” katanya. Hal ini bisa saja semakin memperkuat alasan Iran untuk benar-benar mundur dari Piala Dunia 2026.
FIFA menegaskan semua tim yang lolos kualifikasi diharapkan tetap bertanding sesuai jadwal resmi. Organisasi tersebut juga berupaya menjaga netralitas dan menghindari keputusan bernuansa politik.
Selain itu, mundurnya Iran dari Piala Dunia 2026 juga tidak serta merta lepas dari sanksi yang mengintai. Berdasarkan pasal 6 regulasi Piala Dunia 2026 oleh FIFA, Iran akan dikenakan denda 250 ribu franc Swiss, atau sekitar Rp5,4 miliar rupiah.
Denda lebih besar yaitu 500 ribu franc Swiss atau Rp10,8 miliar jika satu federasi mundur saat Piala Dunia tersisa 30 hari lagi. Iran juga terancam tidak dapat ikut serta di kompetisi berikutnya.
Di satu sisi, jika Iran benar-benar mundur, FIFA berencana menggelar babak play-off yang melibatkan empat tim dari dua konfederasi, yakni dua wakil dari Asia (AFC) dan dua wakil dari Eropa (UEFA). Langkah ini diambil untuk menjaga kuota tim dan daya tarik kompetisi di level dunia.
Beberapa nama yang digadang-gadang sebagai kandidat kuat pengganti dari Zona Asia antara lain Uni Emirat Arab, Oman, bahkan Indonesia. Lantas apakah Indonesia benar-benar berpotensi untuk gantikan Iran di Piala Dunia?
Celah harapan tetap ada. Namun, nampaknya kemungkinan Timnas Indonesia masih belum terlalu besar untuk mengambil posisi tersebut.
Jika peringkat FIFA menjadi parameter, peluang Timnas Indonesia yang berada di posisi 122 secara administratif sangat tipis. Perbandingannya terlihat sangat kontras saat disandingkan dengan tim elite Eropa macam Italia atau Denmark yang juga dikabarkan akan masuk ke babak play-off tambahan tersebut.
Hingga saat ini, pembicaraan lebih lanjut play-off tambahan ini masih belum menemukan titik terang. FIFA masih mempertimbangkan opsi tersebut dengan tenggat waktu untuk mengambil keputusan hingga 30 April 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....