Liga Inggris Fasilitasi Pemain Buka Puasa saat Pertandingan
- 16 Feb 2026 20:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, London – Liga Inggris kembali menerapkan prosedur khusus pada bulan Ramadan. Kebijakan tersebut akan memberi kesempatan bagi para pemain sepak bola beragama Muslim untuk berbuka puasa.
Ramadan akan dimulai pekan ini dan berlangsung selama sebulan penuh. Umat Muslim di seluruh dunia akan menahan makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam.
Di Inggris, waktu matahari terbenam berkisar pukul 17.00 hingga 19.00 GMT. Laga berpotensi jeda hanya pada kick-off Sabtu pukul 17.30 dan Minggu pukul 16.30 waktu setempat.
Seperti musim sebelumnya, kapten tim dan wasit akan mengatur momen saat pertandingan berlangsung untuk mengambil jeda singkat. Pemain maupun ofisial beragama Muslim dapat berbuka puasa saat pertandingan dihentikan.
Permainan tidak akan dihentikan saat situasi masih berlangsung aktif. Artinya, jeda akan dilakukan pada momen seperti tendangan gawang, tendangan bebas, atau lemparan ke dalam.
Kesepakatan ini pertama kali diterapkan di Liga Primer Inggris pada tahun 2021. Laga antara Leicester City melawan Crystal Palace menjadi yang pertama menerapkannya.
Kala itu, pertandingan dihentikan saat tendangan gawang sekitar menit ke-30. Wesley Fofana dan Cheikhou Kouyate memanfaatkan jeda tersebut untuk berbuka puasa dengan minum dan mengisi energi.
Saat ini, terdapat sejumlah pemain Muslim yang bermain di kasta tertinggi sepak bola Inggris tersebut. Beberapa di antaranya adalah Mohamed Salah, William Saliba, Rayan Ait-Nouri, dan Amad Diallo.
Mantan pemain Everton, Abdoulaye Doucoure, memuji kebijakan tersebut. Ia menyambut baik upaya Liga Inggris yang memfasilitasi para pemain dalam menjalankan keyakinan mereka masing-masing.
“Di Liga Primer Inggris, Anda bebas melakukan apa pun yang sesuai dengan diri Anda. Mereka tidak akan pernah bertindak bertentangan dengan keyakinan Anda, dan itu sangat luar biasa,” ujar Doucoure.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....