MU Menang di Emirates, Carrick Enggan Bahas Status Permanen

  • 26 Jan 2026 17:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, London – Michael Carrick memimpin Manchester United (MU) menang 3-2 atas Arsenal di Stadion Emirates, London, Minggu, 25 Januari 2026. Hasil tersebut langsung memunculkan spekulasi mengenai peluangnya menjadi pelatih permanen klub berjuluk ‘Setan Merah’ tersebut.

Menanggapi hal itu, Carrick memilih bersikap tenang dan tidak terpancing membahas masa depannya di kursi manajer. Ia menegaskan fokus utama pekerjaannya saat ini adalah membawa MU kembali ke jalur kemenangan.

“Saya di sini untuk melakukan pekerjaan. Saat datang ke sini, kami sepakat mengambil setiap keputusan demi gambaran besar klub,” ujarnya kepada media usai pertandingan.

Pelatih interim itu menilai dua kemenangan besar tidak boleh membuat tim kehilangan kendali. Ia mengingatkan pentingnya menjaga sikap rendah hati di tengah sorotan publik.

“Kami tidak boleh terbawa suasana. Ini dua hasil besar, tetapi kami harus tetap berpijak pada realitas,” katanya.

MU berhasil mengoleksi enam poin sempurna dari dua laga pertama bersama Carrick. Kemenangan tersebut diraih saat menghadapi dua tim teratas, Manchester City dan Arsenal.

Dua hasil positif tersebut sekaligus mengantarkan MU naik ke peringkat keempat klasemen dengan 38 poin. Posisi empat besar menjadi target utama untuk merebut kembali tiket ke Liga Champions setelah absen pada musim ini.

Carrick telah memperbaiki sejumlah persoalan mendasar peninggalan Ruben Amorim dengan meninggalkan skema 3-4-3 pendahulunya itu. Ia kembali menggunakan empat pemain bertahan, memanggil kembali Kobbie Mainoo, serta mendorong Bruno Fernandes bermain lebih ke depan.

Carrick juga mengambil beberapa keputusan berani, termasuk memilih Patrick Dorgu untuk peran penyerang sisi kiri. Keputusan tersebut terbukti tepat setelah Dorgu mencetak dua gol dalam dua pertandingan bersama Carrick.

Penyerang United Matheus Cunha merasakan perubahan atmosfer sejak Carrick memimpin. Ia menilai pendekatan sang pelatih memberi energi berbeda dan dampak langsung kepada pemain.

“Dia (Carrick) bermain di sini selama bertahun-tahun dan memahami betul perasaan membela Manchester United. Dia menjelaskan besarnya arti bermain untuk klub ini sehingga kami harus memberikan segalanya di lapangan,” ujar Cunha.

Meski telah meraih dua kemenangan pada dua laga perdananya, Carrick menolak menjadikannya alasan untuk merasa puas terlalu dini. Ia menyebut emosi kemenangan tersebut harus dimanfaatkan sebagai dorongan positif.

Pelatih asal Inggris berusia 44 tahun itu juga tidak ingin menilai apalagi mempromosikan dirinya sendiri. Ia menyerahkan sepenuhnya penilaian soal masa depan sebagai pelatih MU kepada manajemen klub.

Selanjutnya, MU akan menjamu Fulham di Stadion Old Trafford pada Minggu, 1 Februari 2026. Laga tersebut akan menjadi ujian bagi Carrick untuk membuktikan konsistensinya sebagai pelatih Setan Merah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....