Komite Wasit PSSI Belum Puas dengan Statistik Wasit

  • 23 Jan 2026 08:42 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa mengakui performa wasit sepanjang putaran pertama Super League 2025-2026 belum menunjukkan memuaskan. Pernyataan Ogawa mengacu pada statistik paruh musim Super League, pria asal Jepang ini menilai, angka kesalahan interpretasi wasit masih bisa ditekan lagi.

“Secara statistik kami senang, tetapi saya tidak bisa hanya mengatakannya, kita juga perlu terus membimbing para wasit. Memberikan mereka program berkualitas untuk meminimalkan perbedaan pengetahuan di antara para wasit,” ucap Ogawa dalam sesi workshop perwasitan bersama media di kantor PSSI, GBK Arena Senayan, Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026.

Menurut Ogawa, tantangan terbesar yang dihadapi perwasitan nasional adalah perbedaan pemahaman antar sesama wasit. Karena itu, PSSI memilih fokus pada peningkatan kualitas melalui edukasi berkelanjutan.

Program pembelajaran tersebut mencakup pemahaman posisi, pengenalan insiden di lapangan, serta penggunaan teknologi VAR (Video Assistan Referee). Ogawa menyebut keseragaman pemahaman menjadi kunci untuk meminimalkan kesalahan keputusan.

"Saya percaya, beberapa wasit sudah memahami pergerakan posisi yang cukup bagus. Para wasit lainnya juga, saya percaya, mereka bisa mengikuti para wasit yang sudah bagus kualitasnya," ujar Ogawa menambahkan.

Ogawa menyampaikan permohonan maaf kepada klub yang merasa dirugikan akibat kesalahan pengambilan keputusan. Ia menegaskan, pengakuan tersebut menjadi bagian dari evaluasi internal yang terus dilakukan Komite Wasit PSSI.

Perwakilan Departemen Perwasitan PSSI, Pratap Singh menjelaskan data statistik performa wasit pada paruh pertama Super League musim 2025-2026 saat workshop perwasitan PSSI bersama media di kantor PSSI, GBK Arena, Senayan, Jakarta pada Rabu, 21 Januari 2026

Melalui kesempatan yang sama, Perwakilan Departemen Perwasitan PSSI, Pratap Singh menjelaskan, secara fisik wasit Indonesia tidak kalah dengan wasit asing. Namun perbedaannya terletak pada bagaimana para wasit memaksimalkan kemampuan fisik mereka saat bertugas mempin pertandingan.

"Ada beberapa kualitas yang membuat wasit lebih baik, pertama adalah kemampuan fisik. Menurut saya, kemampuan fisik para wasit kita tidak kalah dibandingkan wasit asing," kata Pratap.

"Wasit kita, mereka sama (kemampuannya) seperti Yudhi [Yamamoto], tapi apa yang membuat perbedaan antara Yudai dan wasit lain. Bagaimana menggunakan kekuatan fisik saat bermain, apakah sesuai kebutuhan pertandingan atau saya hanya berlari tanpa arah," ucap Pratap.

Sejauh ini untuk Super League Indonesia atau Liga Satu Indonesia musim 2025-2026, telah melewati pekan ke-17. Total ada 153 pertandingan telah dimainkan.

Dari jumlah tersebut, ada 194 insiden kunci (key match incident) dengan 173 insiden diputuskan dengan benar. Sementara sisanya 21 insiden diputuskan dengan keliru oleh wasit.

Sementara itu pada Champioship League (Liga Dua) ada 160 pertandingan yang telah dituntaskan. Terdapat 199 insiden kunci dengan 182 insiden diputuskan dengan benar, dan 17 insiden masih diputuskan dengan kesalahan interpretasi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....