Sejarah Persaingan Panas Inter Milan dan AC Milan
- 21 Okt 2025 09:11 WIB
- Tanjungpinang
KBRN, Tanjungpinang: Persaingan antara dua klub besar asal kota Milan, yakni AC Milan dan Inter Milan, telah menjadi salah satu rivalitas paling legendaris dalam sejarah sepak bola dunia.
Melansir dari situs voi.i, pertemuan antara kedua tim ini dikenal dengan nama Derby della Madonnina, yang merujuk pada patung Madonnina — simbol Kota Milan yang berdiri di puncak Katedral Duomo. Perseteruan keduanya tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga mencerminkan perbedaan budaya, sosial, dan pandangan dalam dunia sepak bola Italia.
Awal mula rivalitas ini berakar dari perpecahan internal di tubuh AC Milan pada tahun 1908. Saat itu, sejumlah anggota AC Milan tidak sepakat dengan kebijakan klub yang melarang pemain asing bermain di tim. Kelompok yang tidak setuju kemudian memutuskan untuk mendirikan klub baru bernama Internazionale Milano atau Inter Milan pada 9 Maret 1908. Sejak saat itulah, dua tim asal kota yang sama ini menjadi rival abadi baik dalam perebutan gelar maupun kebanggaan warga Milan.
Pada masa-masa awal berdirinya kedua klub, perbedaan sosial juga turut memperkuat rivalitas. AC Milan sering dikaitkan dengan kalangan pekerja dan kelas menengah, sedangkan Inter Milan dianggap mewakili kaum borjuis dan kalangan elit kota. Perbedaan ini membuat dukungan terhadap kedua klub terbagi jelas di antara masyarakat Milan, menjadikan setiap laga derby tidak sekadar pertandingan, melainkan simbol identitas sosial.
Pertemuan pertama kedua tim berlangsung pada tahun 1909, hanya setahun setelah berdirinya Inter. Seiring berjalannya waktu, Derby della Madonnina berkembang menjadi ajang penuh gengsi yang selalu dinanti. Baik AC Milan maupun Inter Milan terus bersaing di kompetisi domestik maupun Eropa, saling berebut supremasi sebagai penguasa sejati kota Milan. Pertandingan mereka selalu berlangsung panas, penuh emosi, dan menjadi tontonan ikonik di Serie A.
Kini, lebih dari seabad setelah perpecahan awal itu, rivalitas Milan tetap hidup dan semakin kuat. Kedua klub telah mengalami masa kejayaan dan kemunduran, namun semangat persaingan tetap terjaga di antara para pemain dan suporter. Derby della Madonnina bukan sekadar laga sepak bola — melainkan warisan sejarah yang menegaskan bahwa di Kota Milan, kehormatan dan kebanggaan selalu dipertaruhkan setiap kali dua warna, merah-hitam dan biru-hitam, bertemu di San Siro.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....