Suporter Sepak Bola yang Paling Ditakuti di Dunia

  • 17 Okt 2025 08:54 WIB
  •  Tanjungpinang

KBRN, Tanjungpinang: Dunia sepak bola tidak hanya dikenal karena para pemain dan klub besar, tetapi juga karena basis suporternya yang luar biasa fanatik. Di beberapa negara, kelompok suporter memiliki reputasi menakutkan karena aksi ekstrem, nyanyian intimidatif, hingga kerusuhan yang terjadi di sekitar stadion. Mereka dikenal tidak hanya karena dukungannya yang total, tetapi juga karena militansi yang kadang melampaui batas sportivitas.

Melansir dari situs bola.com, salah satu kelompok suporter paling ditakuti adalah The Ultras dari Italia, terutama milik klub seperti Lazio, Roma, dan Napoli. Mereka terkenal dengan koreografi megah, nyanyian lantang, serta loyalitas tanpa batas kepada klub. Namun, sebagian kelompok Ultras juga sering terlibat bentrokan dengan suporter lawan dan aparat keamanan, menjadikan pertandingan Serie A di Italia kadang diwarnai ketegangan tinggi.

Di Inggris, masa lalu kelam hooliganisme membuat kelompok suporter seperti Inter City Firm (West Ham United) dan The Red Army (Manchester United) terkenal di seluruh dunia. Pada era 1970–1980-an, kelompok ini sering terlibat tawuran antarpendukung di dalam maupun luar stadion. Meski kini hooliganisme sudah jauh berkurang, reputasi keras dan sejarah brutal mereka masih dikenang hingga sekarang.

Dari Amerika Selatan, nama Barra Brava di Argentina dan Torcida di Brasil menjadi simbol fanatisme yang luar biasa. Suporter klub seperti Boca Juniors, River Plate, dan Flamengo dikenal memiliki atmosfer stadion yang luar biasa panas. Namun di sisi lain, kelompok ini juga ditakuti karena sering terlibat dalam aksi kekerasan dan pengaruh besar mereka terhadap manajemen klub.

Sementara itu, di Eropa Timur, suporter klub seperti Crvena Zvezda (Red Star Belgrade) dan Partizan Belgrade di Serbia, yang dikenal sebagai Delije dan Grobari, memiliki reputasi paling garang. Mereka dikenal dengan aksi koreografi spektakuler sekaligus konfrontasi brutal dengan suporter lawan. Semua ini menjadikan kelompok-kelompok tersebut sebagai simbol fanatisme sejati, tetapi juga pengingat akan pentingnya menjaga batas antara semangat mendukung dan tindakan destruktif dalam sepak bola.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....