Gianni Infantino Kembali Terpilih Sebagai Presiden FIFA

  • 16 Mar 2023 23:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Gianni Infantino akan menjalani masa jabatan kedua sebagai Presiden FIFA. Dirinya kembali terpilih memimpin induk sepak bola dunia setelah pemilihan pada Kongres FIFA ke-73 di Kigali, Rwanda, Kamis (16/3/2023).

Dengan begitu, Infantino akan kembali menjabat sebagai Presiden FIFA pada periode 2023 hingga 2027. Setelah terpilih, Infantino mengatakan, merasa terhormat dan memiliki tanggung jawab besar sebagai Presiden FIFA.

“Menjadi Presiden FIFA adalah kehormatan yang luar biasa, keistimewaan yang luar biasa, dan juga tanggung jawab yang besar. Saya benar-benar merasa rendah hati dan tersentuh oleh dukungan berbagai pihak," kata Infantino dalam Kongres FIFA ke-73, kamis (16/3/2023).

Selain itu, Infantino juga berjanji akan terus melayani FIFA. Ia akan bersedia melayani seluruh penggiat sepak bola dan asosiasi anggota FIFA di seluruh dunia.

"Saya berjanji kepada Anda bahwa saya akan terus melayani FIFA, melayani sepak bola di seluruh dunia. Saya juga akan melayani semua 211 asosiasi anggota FIFA,” ujarnya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, Kongres FIFA kali ini diadakan di Afrika. Kongres dibuka oleh Presiden Republik Rwanda, Paul Kagame.

Dalam sambutannya, Presiden Kagame menyambut delegasi dari 208 anggota asosiasi yang berkumpul ke negaranya. Ia mengucapkan selamat kepada Presiden Infantino atas pemilihannya kembali untuk memimpin FIFA lima tahun mendatang.

Kongres tersebut juga menyertakan pidato video oleh Michael Llamas, Ketua Sub-Komite FIFA untuk Hak Asasi Manusia dan Tanggung Jawab Sosial. Dalam kesempatan itu, dirinya berkomitmen untuk meneruskan kesuksesan Piala Dunia FIFA Qatar 2022 dan mendukung perencanaan turnamen FIFA di masa depan.

Selain itu, kongres ini juga diisi dengan pemaparan perkembangan Piala Dunia Wanita di Australia dan Selandia Baru akhir tahun ini. FIFA akan melakukan peningkatan besar dalam hadiah uang bagi sang juara.

Tercatat, FIFA akan memberikan hadiah hingga lebih dari 150 juta dolar Amerika Serikat. Jumlah ini tiga kali lipat lebih besar dari hadiap Piala Dunia Wanita pada tahun 2019, dan sepuluh kali lipat dibandingkan tahun 2015.

Selain itu, Presiden Infantino juga merencanakan perubahan yang akan datang pada Piala Dunia U-17 FIFA di tingkat putra dan putri. Mereka ingin turnamen tersebut dimainkan setiap tahun, untuk bisa memberi kesempatan lebih banyak kepada pemain muda.

Beberapa saat yang lalu, Infantino juga memperkenalkan kebijakan baru sebagai presiden FIFA. Ia mengubah format Piala Dunia 2026 yang semula untuk 32 tim menjadi 48 tim, di mana turnamen ini akan digelar lebih dari satu bulan lamanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....