Wisata Alam Lakan Bilem Masih Jadi Primadona Wisatawan di Kutai Barat
- 24 Mar 2026 16:01 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Objek wisata kampung Lakan Bilem di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi favorit bagi pelancong. Hingga saat ini, kawasan yang dikenal dengan Bumi Perkemahan Batu Bura dan Gunung Es tersebut masih mendominasi angka kunjungan wisata di wilayah Bumi Tana Purai Ngeriman (julukan Kubar).
Pengelola Wisata Kampung Lakan Bilem, Yosianus Moja, mengungkapkan jumlah pengunjung melonjak drastis pada momen libur tertentu dibandingkan hari biasa. Termasuk pada libur lebaran Idulfitri 1447 Hijriah.
"Kalau hari biasa pengunjung berkisar 50 sampai 100 orang. Namun pada hari libur seperti ini, angka kunjungan mencapai 600 hingga hampir 1.000 orang," ujar Yosianus kepada RRI Sendawar, Selasa 24 Maret 2026.
Daya Tarik Lintas Daerah
Berdasarkan catatan pengelola, daya tarik Lakan Bilem telah meluas hingga ke luar daerah. Wisatawan tidak hanya datang dari lokal Kubar dan Mahakam Ulu (Mahulu), tetapi juga banyak yang menempuh perjalanan jauh dari Samarinda hingga Tenggarong.
Yosianus menyebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir, tren kunjungan wisatawan menunjukkan grafik yang sangat positif. Ia menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memilih Lakan Bilem sebagai tujuan rekreasi.
"Kami berterima kasih atas kunjungan masyarakat, baik dari Kubar maupun luar daerah. Berdasarkan data statistik, Lakan Bilem atau Bumi Perkemahan ini masih menjadi pilihan dominan," katanya.

Mantan kepala kampung Lakan Bilem ini menjelaskan, keunikan gunung es sebenarnya pada ketinggian atau bersalju, tetapi panorama alam yang memukau setiap mata yang memandang. Hutan lebat yang masih asri dan kerap tertutup kabut dengan jalan berkelok membuat tempat ini serasa berada di atas awan.
Sementara bumi perkemahan Batuq Bura adalah wisata sungai dengan air yang jernih berpadu dengan alam yang indah. Meski tanpa pantai, lokasi ini justru jadi daya tarik tersendiri karena pengelola sengaj menjadikan lokasi pinggir sungai sebagai tempat kemping.
Perluasan Area dan Infrastruktur
Guna mengantisipasi lonjakan pengunjung yang terus meningkat, pihak pengelola melakukan berbagai pengembangan infrastruktur sejak tahun lalu. Salah satu perubahan signifikan adalah aksesibilitas kendaraan menuju area hulu sungai.
"Tahun ini mobil sudah bisa masuk sampai ke hulu, berbeda dengan tahun lalu yang aksesnya masih sulit. Kami juga memperluas kantong-kantong parkir agar kendaraan tidak memadati jalan utama atau jalan umum di luar area wisata," ujar Yosianus.
Imbauan Menjaga Kebersihan
Meski fasilitas terus ditingkatkan, pengelola masih menghadapi tantangan terkait kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan. Yosianus berharap para wisatawan bisa lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya.
Ia pun berpesan agar pengunjung membawa semangat menjaga lingkungan sebagaimana saat mengunjungi tempat wisata di luar daerah. "Harapan kami, pengunjung bisa lebih menjaga kebersihan agar keasrian wisata kita tetap terjaga," ucap Moja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....