Destinasi Viral Gen Z, Pengalaman Unik dan Instagenic
- 04 Des 2025 10:25 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar : Generasi Z (Gen Z), yang lahir antara pertengahan 1990-an hingga awal 2010-an, memiliki preferensi liburan yang sangat khas. Mereka tidak hanya mencari relaksasi, tetapi juga menuntut pengalaman yang imersif, autentik, terhubung secara digital, dan tentu saja, layak diunggah ke media sosial (instagenic). Sebuah studi resmi yang diterbitkan dalam Jurnal Pariwisata Global (2021), menekankan bahwa Gen Z memprioritaskan Experiental Travel perjalanan yang berfokus pada kegiatan aktif, pembelajaran budaya, dan self - discovery.
Destinasi yang menarik bagi Gen Z sering kali menggabungkan petualangan dengan aksesibilitas dan peluang kolaborasi daring:
Pusat Kreativitas Perkotaan (Urban Creative Hubs): Kota-kota yang menawarkan perpaduan budaya pop, seni jalanan (mural), dan kafe unik menjadi magnet. Destinasi seperti Seoul (Korea Selatan) atau Tokyo (Jepang) menawarkan budaya K-Pop, fashion street, hingga teknologi futuristik yang sangat disukai Gen Z. Di Indonesia, kawasan kreatif di Bandung atau Yogyakarta dengan coffee shop tematik dan co-working space juga sangat diminati.
Destinasi Ekowisata dan Glamping: Berlibur sambil menjaga lingkungan semakin populer. Gen Z cenderung memilih glamping (glamour camping) atau staycation di penginapan ramah lingkungan di area terpencil. Mereka mencari ketenangan alam (seperti di Bali Utara atau Taman Nasional Bromo Tengger Semeru) tetapi tetap membutuhkan koneksi Wi-Fi yang stabil untuk berbagi momen.
Wisata Voluntourism dan Belajar Budaya: Perjalanan yang melibatkan kegiatan sosial atau belajar keterampilan baru (skill-based travel) menjadi nilai tambah. Mengikuti program konservasi di Raja Ampat atau kursus memasak tradisional di Ubud, misalnya, memenuhi kebutuhan Gen Z untuk memberikan dampak positif dan memperluas wawasan.
Agar liburan berjalan sukses dan memenuhi standar Gen Z, beberapa tips strategis perlu diterapkan:
Prioritaskan Koneksi Digital: Pastikan destinasi memiliki akses internet yang cepat dan kuat. Liburan Gen Z sangat bergantung pada pembaruan daring, pemetaan, dan komunikasi.
Cari Pengalaman, Bukan Barang: Alokasikan anggaran lebih banyak untuk kegiatan (activity) daripada untuk pembelian suvenir. Pilih workshop, tur kuliner autentik, atau trekking yang menantang.
Opsi Transportasi Fleksibel: Gen Z menyukai efisiensi dan opsi transportasi yang dapat dipesan melalui aplikasi, seperti penyewaan skuter listrik atau layanan ride-sharing.
Hemat dan Smart Booking: Mereka cenderung membandingkan harga secara intensif melalui berbagai aplikasi pemesanan dan memanfaatkan diskon khusus pelajar atau paket grup. Berbagi akomodasi (sharing economy) juga menjadi pilihan untuk menghemat biaya.
Kemasan Ringkas dan Fungsional: Perjalanan sering kali memerlukan mobilitas tinggi. Oleh karena itu, packing ringkas dengan pakaian multifungsi adalah kunci agar perjalanan lebih praktis dan nyaman.
Dengan mengintegrasikan teknologi dan pengalaman yang mendalam, liburan bagi Gen Z tidak hanya sekadar rekreasi, melainkan bagian dari identitas dan personal branding mereka di dunia digital.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....