Kubar Siap Pecahkan MURI Busana Adat Serentak
- 12 Okt 2025 19:53 WIB
- Sendawar
KBRN,Sendawa : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) terus mematangkan persiapan perayaan tahunan Dahau Kutai Barat 2025 yang akan digelar pada 28 Oktober hingga 5 November 2025. Perayaan yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kabupaten Kutai Barat ini mengusung tema besar “Harmoni Kebersamaan dalam Budaya.”
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat, FX Sumardi, mengatakan tema tersebut dipilih untuk mencerminkan semangat persatuan dan penghargaan terhadap keberagaman adat serta budaya masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
“Pesan utama dari tema ini adalah bagaimana masyarakat Kutai Barat bisa terus hidup dalam semangat kebersamaan, menjaga nilai budaya yang menjadi identitas kita bersama,” ujar Sumardi pada Jumat (10/10/2025).
Agenda Pemecahan Rekor MURI
Salah satu agenda utama yang disiapkan panitia untuk memeriahkan Dahau 2025 adalah upaya pemecahan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI). Rekor yang akan dipecahkan adalah melalui kegiatan mengenakan busana adat penutup kepala secara serentak, yaitu Kesapuuq untuk laki-laki dan Tudung untuk perempuan.
Menurut Sumardi, tujuan dari pemecahan rekor ini bukan sekadar mengejar prestasi. “Tujuan utamanya adalah menumbuhkan rasa bangga dan cinta terhadap warisan budaya daerah,” katanya.
Antusiasme dan Pameran Ekonomi Kreatif
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan Dahau 2025 diklaim sangat tinggi. Sumardi menambahkan, sejumlah kelompok seni, paguyuban adat, dan pelajar sudah mulai mempersiapkan penampilan terbaik mereka untuk memeriahkan acara.
"Panitia sudah bekerja keras mematangkan segala hal. Dukungan masyarakat luar biasa. Kita ingin perayaan tahun ini lebih meriah, tapi tetap bermakna,” ujarnya.
Selain menyuguhkan berbagai pertunjukan budaya, Dahau 2025 juga akan menampilkan pameran ekonomi kreatif dan potensi lokal. Pameran ini diharapkan dapat menjadi sarana promosi pariwisata daerah sekaligus memperkuat sektor ekonomi masyarakat.
“Harapan kami, di usia ke-26 tahun ini, masyarakat Kutai Barat semakin kompak, kreatif, dan mencintai budayanya. Kebersamaan adalah kekuatan kita,” kata FX Sumardi, mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....