Pelatihan Batik Dayak Jadi Ruang Ekonomi Baru Kubar

  • 25 Sep 2025 00:14 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Sejak 15 September 2025, sebanyak 30 perajin lokal Kutai Barat (Kubar), mengikuti pelatihan batik tulis Dayak yang digelar Dekranasda Kubar.

Kegiatan ini dipusatkan di Sendawar dan akan berlangsung selama dua bulan dengan menghadirkan narasumber berpengalaman dari Yogyakarta.

Ketua Dekranasda Kubar, Maria Christina Mozes, menekankan bahwa pelatihan tersebut lebih dari sekadar keterampilan membatik.

“Batik tulis kita punya ciri khas, keunikan motif ini bisa diangkat kembali. Selain memberi pengalaman baru, juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Maria, Rabu (23/9/2025).

Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi perajin.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin ada penerus yang mampu melestarikan sekaligus mengembangkan batik tulis khas Dayak Kutai Barat,” katanya.

Maria menambahkan, nilai filosofis dalam motif Dayak harus tetap dijaga.

“Motif Dayak yang kita tuangkan ke kain punya makna mendalam. Misalnya, motif tumpar mengajarkan kebersamaan dan keteguhan. Filosofi ini harus tetap kita jaga,” katanya.

Lebih jauh, ia berharap batik khas Kutai Barat mampu bersaing di pasar luas.

“Harapan kami, batik tulis Dayak Kutai Barat bisa menjadi produk unggulan daerah yang dibanggakan, bahkan menembus tingkat nasional,” ucapnya.

Selain itu, para peserta seperti Oktavianus Heri mengaku mendapat pengalaman baru.

“Ternyata tidak sulit, apalagi motif Dayak yang dipakai adalah warisan leluhur kita. Saya ingin mengembangkan ini jadi peluang usaha,” ucapnya.

Fasilitator dari PT BEK, Cipto Hadi Purnomo, menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan tersebut. “Batik adalah warisan nasional. Kami berharap Kutai Barat memiliki motif batik yang bisa dikenal luas, bahkan menjadi kebanggaan hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Rekomendasi Berita