Mengenal Sape, Alat Musik Dayak khas Kalimantan

  • 04 Nov 2024 21:05 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Sape merupakan alat musik tradisional asal Kalimantan, tepatnya suku Dayak. Bentuk instrumen tersebut menyerupai gitar dan cara memainkannya dengan dipetik.

Sape terbuat dari kayu Adau yang dapat ditemukan di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu). Kemudian akan diukir dengan berbagai corak tradisional khas suku Dayak yang memenuhi permukaan kayu alat musik ini dengan panjang sekitar 1 meter.

Yohanes Avun selaku Wakil Bupati Mahulu juga melakukan upaya-upaya untuk melestarikan alat musik tradisional suku Dayak tersebut, salah satunya dengan cara komunitas seniman Sape bernama Grup Sape Putra Daerah (GSPD).

“Komunitas ini didirikan sejak 15 Juli 2018 di Kabupaten Mahulu dan telah tersebar sampai 37 kampung dan desa,” ungkap Yohanes Avun.

Lebih lanjut yohanes avun mengatakan komunitas GSPD ini berkembang pesat di Mahulu dan hampir seluruh desa terdapat cabang-cabang dari kelompok-kelompok tersebut.

Sape biasanya digunakan untuk mengiringi acara hajatan dan berbagai tarian di suku Dayak. Sape juga merupakan alat musik yang berfungsi untuk mengungkapkan perasaan kegembiraan, sayang, kerinduan, sampai rasa kesedihan.

Pada dahulu kala,lanjut avun, instrumen tersebut dipercaya memiliki makna yang berbeda berdasarkan waktu dimainkannya.

Apabila dimainkan saat siang hari, Sape akan menghasilkan irama-irama yang seperti pengungkapan perasaan gembira dan bahagia. Sedangkan apabila dimainkan pada malam, Sape menghasilkan irama yang bernada sedih, sendu, atau syahdu.

“Sape juga biasa dimanfaatkan oleh suku Dayak untuk menyampaikan pujian-pujian kepada yang kuasa, entah itu berupa roh-roh ataupun manusia yang memiliki kuasa,” tutup Yohanes Avun.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....