Liga Sepak Bola Anak Kubar Resmi Bergulir, Bupati Dorong Lahirnya Generasi Emas

  • 13 Jun 2026 13:34 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, resmi membuka Liga Sepak Bola Anak Tingkat Kabupaten Kutai Barat di Stadion Swalas Guna, Barong Tongkok, Sabtu 13 Juni 2026.

Kompetisi yang melibatkan puluhan Sekolah Sepak Bola (SSB) ini menjadi bagian dari upaya membangun prestasi olahraga sekaligus menyiapkan generasi emas sepak bola Kutai Barat di masa depan.

Dalam sambutannya, Frederick Edwin menegaskan prestasi olahraga tidak lahir secara instan. Menurutnya, atlet berprestasi hanya dapat dibentuk melalui pembinaan yang berjenjang, berkelanjutan, dan mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

“Turnamen ini harus menjadi sarana menjaring bibit-bibit unggul sepak bola Kutai Barat agar kelak lahir pesepak bola profesional yang mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional,” kata Edwin.

Ia menjelaskan, liga sepak bola anak tidak hanya berfungsi sebagai ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda. Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan dunia digital, olahraga mampu mengajarkan anak-anak tentang disiplin, kerja keras, kejujuran, tanggung jawab, serta pentingnya kerja sama dalam tim.

Selain itu, kompetisi olahraga menjadi sarana positif untuk menjauhkan generasi muda dari berbagai pengaruh negatif, seperti penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja. Melalui aktivitas olahraga yang terarah, anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, aktif, dan berprestasi.

Bupati juga mengajak para pelatih, pembina, dan orang tua untuk terus mendukung perkembangan talenta muda. Menurutnya, pemain berkualitas lahir dari proses pembinaan yang konsisten, didampingi pelatih yang baik serta dukungan keluarga yang kuat.

Kepada seluruh peserta, Frederick Edwin berpesan agar menjadikan kompetisi sebagai ruang belajar, bermain, dan membangun persahabatan. Ia mengingatkan bahwa kemenangan bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana para pemain mampu menjunjung tinggi sportivitas dan menghormati lawan.

“Kemenangan memang indah, tetapi menjaga sportivitas, fair play, dan menghormati lawan adalah kemenangan yang sesungguhnya. Menang jangan sombong, kalah jangan berkecil hati,” katanya.

Sementara itu, Ketua PSSI Kutai Barat Teddy Rakhmat mengatakan kompetisi tersebut merupakan jawaban atas harapan puluhan klub dan sekolah sepak bola yang selama ini menginginkan kompetisi berkelanjutan bagi pemain usia dini.

"Kami memiliki 48 SSB yang sudah terafiliasi dengan PSSI Kutai Barat. Setelah infrastruktur dan perangkat kompetisi siap, kami memberanikan diri untuk memulai liga ini bersama para pelatih dan pemilik SSB," ujarnya.

Menurut Teddy, kompetisi tahun ini tidak hanya menghadirkan satu turnamen, tetapi empat agenda sekaligus, yakni Bocah Seru Liga usia 9-10 tahun, Bocah Seru Liga usia 11-12 tahun, Kubar Women Liga, serta Kubar Junior League usia 15 tahun.

Secara keseluruhan, kompetisi tersebut diikuti 45 SSB dengan total 233 pertandingan yang akan berlangsung sepanjang musim. Untuk kategori usia 9-10 tahun diikuti delapan SSB, usia 11-12 tahun sebanyak 17 SSB, Kubar Women Liga enam SSB, dan Kubar Junior League usia 15 tahun diikuti 14 SSB.

Teddy menegaskan, tujuan utama kompetisi ini bukan sekadar mencari juara, melainkan membangun sistem pembinaan sepak bola usia dini yang berkesinambungan. Program tersebut menjadi bagian dari peta jalan pengembangan sepak bola Kutai Barat menuju tahun 2030.

"Output yang ingin kami capai adalah mencetak atlet-atlet sepak bola Kutai Barat. Ini blueprint pembinaan kami. Kompetisi akan terus berjenjang sehingga pemain memiliki ruang berkembang dari usia dini hingga remaja," katanya.

Ia menjelaskan, para pemain yang tampil di kelompok usia 9-10 tahun saat ini nantinya akan naik ke kelompok usia 11-12 tahun, kemudian berlanjut ke kompetisi Suratin dan kelompok usia lainnya. Dari proses itu, PSSI Kutai Barat berharap dapat menghasilkan pemain yang siap memperkuat tim daerah pada ajang Porprov maupun kompetisi tingkat nasional.

Selain fokus pada prestasi, Teddy menilai kompetisi olahraga juga menjadi bagian dari upaya melindungi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba dan perilaku negatif.

"Tugas kami sebagai pengurus sepak bola adalah melawan narkoba dengan cara pembinaan olahraga. Anak-anak harus sehat, berpikiran jernih, dan memiliki kegiatan yang positif," ucapnya.

Ia menambahkan, setelah liga usia dini bergulir, ASKAB PSSI Kutai Barat juga akan melanjutkan program pembinaan melalui kompetisi Suratin U-13 dan U-15 serta turnamen U-17 hingga U-19 sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur.

Kompetisi tersebut diharapkan menjadi fondasi lahirnya generasi emas sepak bola Kutai Barat yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional, hingga masa mendatang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....