Pemkab Kubar Hapus Kemiskinan Ekstrem Lewat Program RLH

  • 17 Sep 2024 05:20 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapeda Litbang) melaksanakan program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH) untuk menghapus kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Kepala Bapeda Litbang Kubar, Yudianto Rihartono mengatakan, program tersebut sejalan dengan Proyek Perubahan (Proper-nya) di PKN II, terkait Sinergitas Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Kutai Barat tahun 2024.

“Jadi program ini tidak lagi kita sebut Rumah Tidak Layak Huni, namun betul-betul program Rumah Layak Huni. Kalau dulu kan konsepnya bantuan ALADIN (Atap, Lantai dan Dinding), sekarang lengkap dengan sanitasi hingga listriknya,” kata Yudianto Rihartono kepada RRI Sendawar, Senin (16/9/2024).

Pilot project atau proyek awal program RLH tersebut yakni di Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok dan di Kampung Terajuk Kecamatan Nyuatan.

“Di Balok Asa ini anggaran dari Pemerintah Daerah, sedangkan di Terajuk merupakan kolaborasi Pemkab Kubar dengan PT Gunung Bara Utama (GBU). Mereka membangun satu rumah, membantu menanggulangi kemiskinan ekstrem di Kutai Barat,” terang Yudi.

Bantuan RLH Bagi Warga Miskin Ekstrem di Balok Asa, Kutai Barat masih Dalam Proses Pembangunan. (RRI/Jaang)

Dia menyebutkan, kriteria masyarakat yang menerima bantuan Rumah Layak Huni ini sesuai dengan data P3KE Menko PMK, terkait kemiskinan ekstrem yang ditargetkan di bawah angka 0 persen tahun 2024 ini.

Misalkan, rumah dalam kondisi rusak sedang, kemudian bermasalah dengan pencahayaan. Kondisi bangunan seperti atap, dinding dan lantai rusak, serta bermasalah dengan sanitasi.

“Dalam kegiatan ini, kita ada SK Pensasaran. Kita juga sudah melakukan verifikasi dan validasi di lapangan, sehingga untuk mencapai target nol persen di Kutai Barat, ada sekitar 5-6 rumah yang akan di bangun secara menyeluruh tahun 2024 ini,” terang Yudhi.

Namun demikian menurut Yudi, melalui sinergitas penanggulangan kemiskinan ekstrem ini Pemerintah Daerah tetap melakukan upaya antisipasi untuk menekan angka kemiskinan, sehingga tidak ada lagi warga Kutai Barat yang masuk dalam kategori miskin ekstrem ke depan.

“Misalnya warga miskin yang saat ini tidak ada sanitasi, kita bantu bangunkan sanitasi. Kemudian yang tidak ada listrik, kita bantu instalasi listrik, begitu juga bantuan lainnya. Jadi dengan demikian, yang miskin tadi tidak jatuh dalam miskin ekstrem namun sebaliknya ekonomi mereka kita harapkan bisa lebih baik,” terangnya.

Dalam program bantuan Rumah Layak Huni ini, Pemerintah Daerah membangun rumah Beton, dan ada juga yang dibangun berupa rumah Kayu dengan luas bangunan 6x6 meter dengan fasilitas 2 kamar tidur, Ruang Tamu, Dapur dan Toilet.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....