Baru Dua Tahun Menjabat, Pengurus Apindo Kubar Kembali Berganti

  • 15 Sep 2026 19:13 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Kepengurusan Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kutai Barat masa bakti 2024–2029 dibubarkan meski baru berjalan sekitar dua tahun. Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Kalimantan Timur kemudian menetapkan kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2031.

Pergantian tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) DPP Apindo Kalimantan Timur yang ditetapkan di Balikpapan pada 3 Agustus 2026. Dalam SK tersebut, DPP Apindo Kaltim mencabut keputusan mengenai struktur, komposisi, dan personalia DPK Apindo Kutai Barat masa bakti 2024–2029 yang sebelumnya dipimpin Hirung sebagai ketua, Dwityo Trisno sebagai sekretaris, dan Yudo Heryanto sebagai bendahara.

SK itu dibacakan dalam pelantikan pengurus DPK Apindo Kutai Barat masa bakti 2026–2031 di Auditorium Aji Tullur Jejangkat, Kantor Bupati Kutai Barat, Selasa, 15 September 2026.

“Pertama, mencabut Surat Keputusan Dewan Pimpinan Provinsi Apindo tentang struktur komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Kabupaten Apindo Kutai Barat masa bakti 2024–2029, maka terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2026 dinyatakan dibubarkan dan tidak berlaku,” demikian bunyi SK yang dibacakan dalam acara tersebut.

Dalam keputusan yang sama, DPP Apindo Kaltim mengesahkan struktur, komposisi, dan personalia DPK Apindo Kutai Barat masa bakti 2026–2031.

Kepengurusan baru dipimpin Hermanto Cigot sebagai ketua, Ismail Marzuki sebagai sekretaris, dan Miranda sebagai bendahara. SK tersebut ditetapkan dan ditandatangani Ketua DPP Apindo Kalimantan Timur Abriantinus dan Sekretaris Soegianto.

Pengurus Baru Fokus Perkuat Dunia Usaha

Setelah kepengurusan sebelumnya dinyatakan tidak berlaku sejak 1 Agustus 2026, pengurus DPK Apindo Kutai Barat periode 2026–2031 resmi dilantik oleh Ketua DPP Apindo Kaltim, Abriantinus.

Pelantikan dihadiri Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani, unsur Forkopimda, jajaran Pemerintah Kabupaten Kutai Barat, pimpinan perusahaan, perbankan, kontraktor, serta pengusaha lokal.

Ketua DPP Apindo Kaltim Abriantinus meminta pengurus baru segera bekerja dan memperkuat organisasi di tingkat kabupaten.

Menurutnya, peran Apindo tidak hanya berkaitan dengan ketenagakerjaan, tetapi juga membangun jejaring investasi dan mempertemukan dunia usaha dengan berbagai pihak.

“Saya mengucapkan selamat dan sukses untuk DPK Apindo Kutai Barat yang sudah dilantik. Saya berharap semua jajaran pengurus dapat bekerja bersama-sama dengan ketua untuk memajukan Apindo di Kutai Barat,” kata Abriantinus.

Ia juga berharap pengurus baru mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah daerah, pekerja, dan pelaku usaha.

Dorong Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Ketua DPK Apindo Kutai Barat Hermanto Cigot mengatakan kepengurusan baru akan memprioritaskan penciptaan iklim usaha yang kondusif, pemberdayaan UMKM, serta hubungan industrial yang harmonis.

“Kita akan berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten untuk ke depannya, supaya Apindo ini berada di tengah-tengah antara pekerja, pengusaha, dan Pemkab,” ujarnya.

Hermanto juga menempatkan penyerapan tenaga kerja lokal sebagai salah satu agenda utama kepengurusan. Menurutnya, Apindo akan mendorong perusahaan yang beroperasi di Kutai Barat memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat lokal.

“Jangan sampai Kutai Barat banyak perusahaan, tetapi tenaga kerja kita masih banyak yang menganggur. Ini yang akan kita dorong terus untuk tenaga kerja,” katanya.

Pemkab Kubar Minta Sinergi Tripartit Diperkuat

Sementara itu, Wakil Bupati Kutai Barat Nanang Adriani mengatakan pemerintah daerah menyambut baik kepengurusan Apindo yang baru. Ia berharap Apindo dapat menjalankan peran strategis dalam memperkuat hubungan antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

Nanang menilai Apindo tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengusaha, tetapi juga harus mampu menjadi jembatan untuk menjaga hubungan industrial tetap harmonis.

“Apindo harus mampu menjadi jembatan yang kokoh antara dunia usaha, pekerja, dan Pemerintah Daerah melalui penguatan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan,” kata Nanang saat membacakan sambutan Bupati Kutai Barat Frederick Edwin.

Ia juga meminta kepengurusan baru memperkuat sinergi tripartit dan mengedepankan dialog dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Kami berharap Apindo dapat mengedepankan dialog untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Kutai Barat. Jaga komunikasi yang baik agar setiap dinamika ketenagakerjaan dapat diselesaikan secara damai tanpa menimbulkan gejolak sosial,” ujarnya.

Selain hubungan industrial, Pemkab Kutai Barat mendorong Apindo ikut memperluas penyerapan tenaga kerja lokal dan memperkuat sektor UMKM. Pemerintah juga meminta dunia usaha memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat lokal untuk bekerja sekaligus meningkatkan kompetensinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....