Waspada Palsu! Ini Ciri Petugas Asli Sensus Ekonomi 2026

  • 25 Jun 2026 17:18 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi memulai pelaksanaan lapangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh wilayah Indonesia mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Pendataan berskala nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sekali ini bertujuan untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian negara secara menyeluruh. Namun, seiring berjalannya pendataan dari pintu ke pintu (door-to-door), masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi modus penipuan yang memanfaatkan momen sensus ini.

Kepala BPS mengimbau para pelaku usaha dan masyarakat untuk mengenali identitas resmi petugas lapangan guna mengantisipasi oknum yang tidak bertanggung jawab. Landasan hukum pelaksanaan ini telah diatur secara ketat berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang menjamin kerahasiaan data responden sekaligus mewajibkan pelaku usaha memberikan informasi yang akurat. Masyarakat tidak perlu khawatir, sebab seluruh proses pendataan ini sama sekali tidak dipungut biaya atau gratis.

Agar terhindar dari aksi penipuan, berikut adalah ciri-ciri fisik petugas resmi Sensus Ekonomi 2026 dari BPS yang wajib Anda perhatikan saat menerima kunjungan:

  • Kartu Identitas Resmi (ID Card): Petugas wajib mengalungkan kartu pengenal resmi yang memuat logo BPS, nama petugas, foto, nomor identitas, serta dilengkapi dengan QR Code yang dapat dipindai untuk memverifikasi keasliannya.
  • Surat Tugas Resmi: Setiap petugas membawa surat tugas fisik dari BPS kabupaten atau kota setempat yang berisi nama petugas, periode tugas, serta wilayah kerja spesifik mereka.
  • Atribut Rompi dan Topi Lapangan: Petugas mengenakan rompi khusus lapangan berwarna biru dongker yang dilengkapi dengan logo BPS serta membawa tas kerja untuk membawa dokumen kuesioner.

Tips Aman Menerima Petugas Sensus Ekonomi 2026

Guna menjaga keamanan data pribadi dan kenyamanan Anda selama proses wawancara, silakan terapkan langkah-langkah mitigasi berikut ini:

1.Periksa Atribut Fisik dan ID Card:

Saat pagar rumah atau pintu usaha Anda diketuk, jangan langsung menjawab kuesioner. Mintalah petugas untuk menunjukkan kartu identitas resmi dan perhatikan apakah mereka mengenakan rompi biru dongker berlogo BPS.

2.Validasi Surat Tugas Petugas:

Mintalah petugas memperlihatkan surat tugas mereka. Pastikan nama yang tertera di surat tugas sama dengan nama di kartu identitas, dan pastikan wilayah penugasan mereka sesuai dengan lokasi rumah atau tempat usaha Anda.

3.Pahami Batasan Pertanyaan Kuesioner:

Petugas resmi hanya akan menanyakan informasi seputar operasional usaha seperti nama usaha, jenis komoditas, jumlah tenaga kerja, dan perkiraan pengeluaran. Sensus ini bertujuan memetakan ekonomi, bukan mengaudit keuangan pribadi Anda.

4.Tolak Tegas Permintaan Data Perbankan:

Ingat! Petugas BPS tidak akan pernah meminta data rahasia seperti nomor rekening bank, nomor kartu kredit, PIN ATM, kata sandi, maupun kode OTP (One-Time Password). Jika ada yang memintanya, segera tolak dan hentikan wawancara.

5.Laporkan Jika Ada Kejanggalan:

Apabila Anda menemukan oknum yang memaksa, meminta sejumlah uang imbalan, atau tidak bisa menunjukkan identitas resmi, segera hubungi kantor BPS kabupaten/kota setempat atau laporkan kepada pengurus RT/RW dan aparat keamanan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....