Kabupaten Berau Hadapi Tantangan Penurunan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

  • 23 Jun 2026 12:46 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Berau - Kabupaten Berau di Kalimantan Timur memiliki luas wilayah lebih dari 36 ribu kilometer persegi yang mencakup kawasan daratan, perairan laut, serta 52 pulau. Pada tahun 2025, jumlah penduduk di daerah tersebut mencapai lebih dari 300 ribu jiwa yang tersebar di 10 kelurahan, 100 kampung, dan 13 kecamatan.

Sebagai salah satu daerah penghasil sumber daya alam terbesar di Kalimantan Timur, struktur perekonomian Berau masih didominasi sektor pertambangan dan bahan galian. Kontribusi sektor tersebut terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) daerah tercatat mencapai lebih dari 60 persen.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong penguatan sektor ekonomi lainnya yang dinilai memiliki dampak luas terhadap kesejahteraan masyarakat. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perikanan, kelautan, serta pariwisata menjadi fokus dalam upaya diversifikasi ekonomi daerah.

Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, mengatakan sektor-sektor nonpertambangan memiliki kemampuan menciptakan efek berganda yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di berbagai wilayah.

“UMKM, perikanan, kelautan dan pariwisata memberikan multiplier effect yang sangat luas bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga harus terus diperkuat sebagai penopang ekonomi daerah,” ujarnya.

Data pemerintah daerah menunjukkan perekonomian Berau pada tahun 2024 tumbuh sebesar 7,28 persen. Namun pada tahun 2025, laju pertumbuhan ekonomi mengalami perlambatan hingga berada di angka sekitar 2,8 persen.

Penurunan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak pada berkurangnya tunjangan kinerja daerah. Kondisi itu turut memengaruhi perputaran uang dan daya beli masyarakat yang selama ini menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal.

“Selain efisiensi anggaran, pengurangan produksi batu bara hingga sekitar 50 persen atau setara kurang lebih Rp2,7 triliun juga berdampak terhadap kontraksi pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kabupaten Berau,” kata Sri Juniarsih Mas. Pemerintah daerah pun terus berupaya memperkuat sektor ekonomi alternatif guna menjaga stabilitas pertumbuhan dan mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....