BPS Samarinda Optimalkan Pendataan Sensus Ekonomi Berbasis Aplikasi Digital
- 12 Jun 2026 10:11 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Samarinda - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Samarinda akan melaksanakan pendataan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dengan memanfaatkan teknologi digital melalui aplikasi Fasih berbasis Android. Metode pendataan dilakukan secara door to door untuk menjangkau pelaku usaha, sementara perusahaan berskala besar akan didata menggunakan metode Computer Assisted Web Interviewing (CAWI) agar proses pengumpulan data lebih efektif dan efisien.
Kepala BPS Kota Samarinda, Supriyanto, mengatakan seluruh tahapan persiapan telah dilakukan mulai dari proses rekrutmen petugas hingga pelaksanaan pelatihan sebagai bekal sebelum terjun ke lapangan.
“Tahapan rekrutmen petugas telah dilakukan sampai dengan pelatihan dan persiapan sensus, termasuk pembekalan yang diberikan oleh Pusdiklat BPS RI terkait metodologi sensus,” kata Supriyanto, Jumat, 12 Juni 2026.
Menurutnya, materi yang diberikan dalam pelatihan dirancang untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap konsep dan mekanisme pendataan. Dengan penguasaan metodologi yang baik, petugas diharapkan mampu melaksanakan sensus sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Diharapkan para petugas dapat memahami konsep yang disampaikan dengan baik dan nantinya saat turun ke masyarakat bisa lebih optimal dalam upaya pengumpulan data ekonomi,” ujarnya.
Pemanfaatan sistem digital tersebut diharapkan mampu meningkatkan akurasi data serta mempercepat proses pengolahan informasi yang nantinya menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah.
“Total Petugas Sensus di Kota Samarinda sebanyak 651 orang, meliputi Petugas Usaha Besar 8 Orang atas pegawai BPS dan Petugas UMKM 643 orang,” ucap Supriyanto.
Melalui kombinasi metode pendataan langsung dan berbasis web serta dukungan petugas yang telah mendapatkan pembekalan secara menyeluruh, BPS Kota Samarinda optimistis pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat menghasilkan data yang akurat, lengkap, dan berkualitas sebagai dasar perencanaan pembangunan ekonomi di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....