Otorita IKN Perkuat Mitigasi Karhutla Hadapi Musim Kemarau Panjang

  • 19 Mei 2026 18:47 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Nusantara – Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memperkuat kesiapan menghadapi potensi musim kemarau panjang atau El Niño 2026 melalui sistem mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berbasis teknologi, penguatan infrastruktur pemadaman, serta kolaborasi bersama masyarakat dan lintas pemangku kepentingan.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aktivitas masyarakat dan pembangunan di kawasan Nusantara tetap berjalan aman dan berkelanjutan di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Fenomena El Niño diketahui terjadi secara siklik dan dapat memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia melalui perubahan pola hidrologi dan curah hujan. Dampaknya, musim kemarau berpotensi berlangsung lebih panjang dan lebih kering sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan maupun lahan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada April 2026, sifat musim kemarau di wilayah IKN tahun ini diperkirakan berada di bawah normal. Kondisi tersebut menunjukkan curah hujan selama musim kemarau diprediksi lebih rendah dibanding rata-rata normal sehingga risiko karhutla meningkat.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah berkisar 0–20 milimeter. Sementara itu, sejumlah titik panas diperkirakan terkonsentrasi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, dan sekitar Mentawir.

Mengantisipasi kondisi tersebut, Otorita IKN menyiapkan strategi pengendalian karhutla mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan dan deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, Otorita IKN menyiapkan regulasi dan standar operasional prosedur (SOP) penanganan karhutla, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan masyarakat adat, serta memperluas edukasi melalui kegiatan keagamaan dan pengawasan kawasan rawan kebakaran.

Pelatihan petugas pemadam kebakaran di Rusun ASN IKN.

Di tahap kesiapsiagaan dan deteksi dini, Otorita IKN mengoptimalkan teknologi melalui pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang memiliki potensi karhutla. Seluruh pemantauan dilakukan melalui command center Otorita IKN yang terintegrasi dengan sistem panggilan darurat dan panic button untuk mempercepat respons penanganan.

Selain itu, kesiapan pemadaman diperkuat dengan penyediaan pos pemadam kebakaran di lima lokasi, yakni Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, dan Muara Jawa, termasuk pos damkar di kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Otorita IKN juga telah memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi guna memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.

Pada tahap pascakebakaran, dilakukan inventarisasi luas area terdampak, pengawasan wilayah pascakejadian, serta langkah penanganan lanjutan untuk mencegah kebakaran berulang.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan langkah mitigasi tersebut dilakukan agar pembangunan dan aktivitas masyarakat di kawasan IKN tetap berjalan optimal.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan, agar aktivitas masyarakat serta pembangunan di IKN tetap berjalan optimal dan tidak terganggu,” ujar Troy di Nusantara, Senin 18 Mei 2026.

Selain memperkuat sistem dan infrastruktur, Otorita IKN juga menggandeng masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polisi kehutanan, serta desa tangguh bencana di wilayah delineasi IKN.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan masyarakat dalam melakukan mitigasi dan penanganan karhutla secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....