Parpol di Kubar Perkuat Regenerasi Kader lewat Pelantikan Pengurus Anak Cabang

  • 26 Apr 2026 21:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menetapkan dan melantik 16 Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) dari seluruh kecamatan se-Kubar dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab), sebagai bagian dari penguatan struktur partai di tingkat akar rumput, Minggu 26 April 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Budaya Sendawar (TBS) ini, dihadiri jajaran pengurus DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur (Kaltim), diantaranya Veridiana Huraq Wang, Roy Hendrayatno, Yonavia, Guntur, Ipin, Didik Agung Wahono, Damuri, dan Somtertius Imang.

Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Bupati Kubar, Frederick Edwin menyampaikan apresiasi atas kehadiran serta keputusan DPD dalam menetapkan kepengurusan PAC di Kutai Barat.

Ia menilai, penetapan tersebut menjadi langkah strategis dalam menata organisasi sekaligus memperkuat konsolidasi partai menghadapi dinamika politik ke depan.

“Saya sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Barat, sangat berterima kasih atas kesediaan dan keputusan DPD dalam menetapkan ketua-ketua PAC di 16 kecamatan,” ujarnya.

Edwin menyebut, dalam komposisi kepengurusan PAC yang baru, turut diwarnai kehadiran kader muda sebagai bagian dari proses regenerasi di tubuh partai.

Kehadiran generasi muda dalam kepengurusan PAC, diharapkan mampu mendekatkan partai dengan masyarakat, khususnya kalangan muda, sekaligus memahami dan merespons persoalan yang mereka hadapi.

“Dalam struktur yang baru, banyak darah muda sebagai regenerasi. Harapannya, mereka bisa lebih dekat dengan Gen Z serta mampu memberi solusi terhadap persoalan anak muda, khususnya di Kubar,” kata Edwin.

Musancab Bukan Ajang Kompetisi

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Kehormatan DPD PDI Perjuangan Kaltim, Veridiana Huraq Wang menegaskan bahwa Musancab bukan ajang kompetisi internal, melainkan forum untuk memperkuat kerja-kerja partai.

“Musancab ini bukan ajang kompetisi atau persaingan. Ini adalah ruang untuk menjalankan tugas dan fungsi dalam membesarkan PDI Perjuangan di Kutai Barat,” katanya.

Ia juga menekankan kepengurusan yang telah ditetapkan tidak bersifat permanen tanpa evaluasi.

“Pengurus yang dilantik hari ini tidak untuk selamanya. Enam bulan akan kita evaluasi. Jika tidak menjalankan tugas atau tidak aktif, bisa dilakukan pergantian sesuai aturan partai,” ujarnya.

Penegasan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga disiplin organisasi sekaligus memastikan seluruh struktur partai tetap aktif, responsif, dan sejalan dengan arah perjuangan PDI Perjuangan di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....