Balok Asa Matangkan Persiapan Lomba Aku Hatinya PKK Tingkat Provinsi Kaltim

  • 25 Apr 2026 06:46 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat (Kubar) bersama Pemerintah Kampung Balok Asa, Kecamatan Barong Tongkok, mulai mematangkan persiapan menghadapi Lomba ‘Aku Hatinya PKK’ tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2026.

Salah satu Langkah persiapan adalah melakukan rapat koordinasi, melibatkan berbagai unsur masyarakat, di kantor petinggi kampung Balok Asa, pada Jumat 24 April 2026.

Rapat koordinasi tersebut merupakan langkah awal untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak sebelum menghadapi tahapan penilaian tingkat provinsi, yang diagendakan berlangsung pada bulan Mei 2026 mendatang.

Anggota Pokja 3 Tim Penggerak PKK Kubar, Dhorotea Weni, mengatakan koordinasi lintas sektor diperlukan agar seluruh kebutuhan menjelang penilaian dapat berjalan lebih cepat dan terarah.

“Target kegiatan hari ini adalah terlaksananya kerja sama dengan OPD-OPD dan semua unsur terkait, karena lomba Aku Hatinya PKK ini membawa nama Kabupaten Kutai Barat,” katanya.

Anggota Pojka III Tim Penggerak PKK Kabupaten Kutai Barat, Dorothea Weni. (foto.RRI/MCJ)

Hasil koordinasi tersebut lanjut Weni, diharapkan dapat mempermudah langkah Balok Asa dalam memenuhi seluruh indikator penilaian yang telah ditetapkan oleh tim provinsi, termasuk penataan lingkungan rumah warga dan kelengkapan administrasi pendukung.

“Walupun pada akhirnya mungkin tidak menang, tetapi setidaknya membawa wajah baru untuk Kampung Balok Asa," ujarnya.

Weni menegaskan, target utama dari keikutsertaan Balok Asa bukan semata mengejar kemenangan, melainkan menciptakan perubahan positif yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Dijelaskan, sebelum ditetapkan sebagai wakil Kubar ke tingkat Provinsi, Tim Penggerak PKK Kubar lebih dulu melakukan penilaian tingkat kabupaten yang diikuti kampung-kampung terbaik dari masing-masing kecamatan.

Dari proses tersebut, Kampung Balok Asa dinilai paling siap dalam aspek pemanfaatan pekarangan, keterlibatan masyarakat, serta penataan lingkungan.

“Itu lah yang kami dapatkan, sehingga cintanya ibu bupati jatuh ke Kampung Balok Asa,” ucap Weni.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....