Lantik 45 Kepsek, Bupati Kubar Dorong Guru Melek Teknologi dan Ramah Anak
- 07 Apr 2026 01:21 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin yang diwakili Penjabat Sekretaris Daerah, Kamius Junaidi, resmi melantik 45 kepala sekolah jenjang TK/PAUD, SD, dan SMP di Auditorium Aji Tulur Jejangkat, Kompleks perkantoran Pemkab Kubar, Senin 6 April 2026.
Para kepala sekolah yang dilantik ini terdiri dari 9 kepala TK/PAUD, 20 kepala SD, dan 16 kepala SMP. Pelantikan ini menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat kepemimpinan di setiap satuan pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kutai Barat.
Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin dalam sambutannya yang dibacakan Kamius Junaidi mengatakan, kepala sekolah memegang peran strategis dalam menentukan arah pendidikan serta membentuk kualitas generasi masa depan.
“Jabatan kepala sekolah adalah amanah besar karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan dan masa depan generasi penerus bangsa,” katanya.
Bupati menyebut, pelantikan ini untuk mengisi kebutuhan organisasi akibat rotasi, mutasi, promosi jabatan, serta kekosongan posisi di sejumlah sekolah. Seluruh proses pengangkatan kepala sekolah sudah melalui tahapan seleksi sesuai ketentuan perundang-undangan di bidang pendidikan.
Edwin menekankan pentingnya inovasi dan adaptasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi. Ia meminta para kepala sekolah mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran dan menciptakan metode yang kreatif agar siswa tetap termotivasi.
“Kepala sekolah harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan membawa sekolah terus berkembang melalui pembelajaran yang kreatif dan inovatif,” ujarnya.
Ia juga mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui pengembangan kurikulum, pelatihan guru, serta optimalisasi teknologi pendidikan. Menurutnya, fokus utama kepala sekolah harus tertuju pada peningkatan kualitas proses belajar mengajar di kelas alias bukan sekadar rutinas belajar mengajar.
Selain itu, bupati mengingatkan pentingnya tata kelola manajerial yang baik, terutama dalam pengelolaan keuangan sekolah. Ia meminta dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sumber daya lainnya dikelola secara transparan dan akuntabel.
“Kelola keuangan dengan tanggung jawab dan transparan. Hindari segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak citra dunia pendidikan,” ucapnya sembari berharap, seluruh penggunaan anggaran negara wajib dipertanggungjawabkan sesuai aturan yang berlaku.

Di sisi lain, ia juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak. Menurutnya, sekolah harus bebas dari praktik perundungan dan mampu membangun suasana kekeluargaan antara guru, siswa, dan orang tua.
“Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan ramah anak, tanpa perundungan, serta membangun hubungan yang harmonis antara seluruh warga sekolah,” katanya.
Bupati turut mengingatkan bahwa kepala sekolah harus mampu membangun sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua, dan masyarakat. Ia menilai, keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh capaian akademik, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dalam mendukung kemajuan sekolah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....