Keterlambatan Pasokan dari Samarinda Picu Kenaikan Harga Sembako di Kubar

  • 27 Mar 2026 09:20 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Kenaikan harga kebutuhan pokok di Pasar Nala, Kutai Barat (Kubar), tidak hanya dipicu oleh tingginya permintaan. Faktor distribusi bahkan menjadi penyebab utama melonjaknya harga di tingkat pedagang.

Kondisi tersebut terjadi setelah Idulfitri. Pasokan barang yang berasal dari luar daerah, khususnya dari Samarinda, mengalami keterlambatan.

Akibatnya, stok di pasar menjadi terbatas dan memicu kenaikan harga.

Situasi ini dirasakan hampir oleh seluruh pedagang.

Pedagang sayur, Ella, mengungkapkan, distribusi barang tidak berjalan lancar dalam beberapa waktu terakhir. Keterlambatan pengiriman berdampak langsung pada ketersediaan barang di pasar, sehingga memicu kenaikan harga.

“Barang datangnya lambat karena faktor jalan yang kurang baik, jadi harga ikut naik,” kata Ella, Kamis 26 Maret 2026.

Ia menambahkan, kondisi jalan menjadi kendala utama dalam proses distribusi, terutama untuk pengiriman dalam jumlah besar.

Ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah membuat harga sangat sensitif terhadap gangguan distribusi.Ketika pasokan tersendat, harga di pasar langsung mengalami penyesuaian.

Selain cabai, menurut Ella, harga bawang merah juga mengalami kenaikan meski tidak terlalu signifikan. Sementara itu, bawang putih masih terpantau stabil karena pasokannya relatif lancar.

Perbedaan ini menunjukkan pengaruh distribusi terhadap harga. Kondisi infrastruktur jalan pun dinilai menjadi faktor penting yang perlu mendapat perhatian.

"Kalau jalur darat atau transportasi lancar, ya pasti harga juga memadai. Tapi kalau masih rusak, pasti harga tidak stabil, bahkan cendrung naik," ucapnya.

Ella berharap adanya perbaikan sistem distribusi ke depan, sehingga pasokan barang dapat berjalan lancar dan harga kembali stabil. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan pasar di daerah.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....