Harga Ikan Layang di Kubar Meroket hingga Rp60 Ribu per Kilogram
- 02 Mar 2026 15:34 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar- Memasuki awal tahun 2026, para pedagang di Pasar Jaras kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat (Kubar) harus menghadapi lonjakan harga komoditas laut yang cukup signifikan.
Harga jual ikan Layang yang biasanya stabil kisaran Rp25 - Rp30 ribu, kini meroket naik hingga menyentuh angka Rp50.000 per kilogram.
"Memasuki tahun 2026 ini, harga ikan layang bahkan sempat menyentuh angka Rp60.000 per kilogram sejak bulan Januari lalu," ujar salah satu pedagang Muhammad Yasin, Selasa 2 Maret 2026.
Kenaikan ini dirasakan sangat drastis jika dibandingkan dengan periode sebelumnya. Menurut Yasin, harga normal ikan layang biasanya hanya berkisar di angka Rp30.000 per kilogram, dengan harga paling mahal pun biasanya hanya mentok di kisaran Rp45.000 per kilogram.
Lonjakan yang terjadi di awal tahun ini dianggap sebagai salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Mengenai asal pasokan, ia menyebut bahwa ikan-ikan tersebut sebagian besar didatangkan dari Samarinda. Faktor distribusi dan ketersediaan stok dari daerah asal sangat memengaruhi label harga yang tertera di pasar lokal.
"Ikan-ikan ini kiriman dari Samarinda, jadi kalau di sana sudah naik, di sini otomatis mengikuti. Termasuk ikan layang ini, memang naik sejak awal tahun," ujar Yasin.
Ada beberapa faktor krusial yang memicu fenomena ini. Kurangnya pasokan akibat pengaruh cuaca ekstrem menjadi alasan utama, ditambah lagi dengan naiknya harga bahan bakar untuk perahu nelayan yang meningkatkan biaya operasional.
"Kenaikan ini terkadang karena pasokan berkurang atau pengaruh cuaca. Selain itu, harga bahan bakar perahu atau kondisi alam seperti bulan terlalu terang yang menyulitkan nelayan menjaring ikan juga berpengaruh besar," ucapnya.
Meski demikian, Yasin menjelaskan karakteristik harga ini sebenarnya tidak tetap, terutama untuk jenis ikan layang. Ikan layang justru menjadi komoditas yang paling sering mengalami fluktuasi atau naik-turun harga secara tidak menentu.
Menariknya, meskipun harga melonjak tinggi, minat beli masyarakat terpantau tidak surut. Kebutuhan pokok akan konsumsi ikan membuat warga tetap melakukan transaksi.
"Masyarakat tetap beli karena memang butuh dan barangnya tersedia. Terutama pelanggan dari perusahaan katering, mereka tetap pasti beli karena itu kebutuhan produksi mereka," ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....