Harga Pangan dan Energi Melonjak di Long Apari

  • 27 Jan 2026 16:36 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu – Kelangkaan dan tingginya harga mulai terjadi pada sejumlah bahan pangan pokok, BBM, serta gas elpiji di Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu. Kondisi ini menunjukkan tren kenaikan harga yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Data harga yang masuk saat ini baru mencakup wilayah ibu kota Kecamatan Long Apari. Sementara itu, kampung sekitar seperti Kampung Long Apari, Noha Tukung, dan Noha Silat masih menunggu konfirmasi dari petinggi kampung setempat.

Kenaikan harga tersebut diduga dipicu oleh keterbatasan pasokan dan terhambatnya distribusi barang. Akses transportasi yang masih mengandalkan jalur sungai menjadi kendala utama, terutama saat musim kemarau.

Camat Long Apari, Petrus Ngo, menyampaikan harapan masyarakat terkait kondisi tersebut. Ia menilai perlunya perhatian serius dari pemerintah di berbagai tingkatan.

“Atas nama masyarakat, kami berharap pemerintah pusat dan pemerintah provinsi dapat mempercepat pembangunan akses jalan darat menuju wilayah ini,” ujar Petrus Ngo, Selasa, 27 Januari 2026.

Petrus menjelaskan bahwa keberadaan jalan darat akan sangat membantu kelancaran distribusi logistik. Jalan merupakan kebutuhan mendesak bagi wilayah perbatasan. Hal ini dinilai dapat menekan biaya angkut yang selama ini membebani masyarakat.

“Akses jalan darat sangat penting untuk memperlancar distribusi gas elpiji, BBM, dan bahan kebutuhan pokok ke kawasan perbatasan,” jelsnya.

Pemerintah kecamatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan ketersediaan barang. Koordinasi dengan pihak kampung dilakukan untuk memperoleh data yang lebih lengkap.

Masyarakat berharap langkah konkret segera diambil guna mengatasi persoalan distribusi dan harga. Pembangunan akses jalan darat diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi wilayah Long Apari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....