Distribusi Sembako Kubar–Mahulu Terancam Akibat Kapal Tak Beroperasi

  • 26 Jan 2026 21:36 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Terhentinya operasional kapal angkutan di Sungai Mahakam berpotensi mengganggu distribusi logistik, khususnya bahan kebutuhan pokok, ke wilayah Kutai Barat (Kubar) dan Mahakam Ulu (Mahulu). Jalur sungai selama ini menjadi akses utama pengiriman sembako ke daerah hulu Kalimantan Timur.

Anggota DPRD Kutai Barat, Sopiansyah, mengatakan distribusi sembako yang bergantung pada transportasi sungai mencapai sekitar 100 ton per hari. Jika pelayaran berhenti selama beberapa hari, maka kebutuhan masyarakat dikhawatirkan tidak terpenuhi.

“Bayangkan kalau dua sampai tiga hari tidak jalan. Kebutuhan masyarakat di wilayah hulu bisa terganggu,” kata Sopiansyah, Senin 26 Januari 2026.

Ia menjelaskan, dalam kondisi normal terdapat dua kapal yang beroperasi setiap hari, masing-masing satu kapal melayani rute Kubar dan satu kapal ke Mahulu. Setiap kapal rata-rata mengangkut sekitar 50 ton barang.

“Kalau dirata-ratakan, per hari itu sekitar 100 ton sembako untuk Kubar dan Mahulu. Sekitar 90 persen isinya beras,” ujarnya.

Sopiansyah menyebut, penghentian pelayaran untuk kapal yang melayani rute mudik sudah terjadi sejak 25 Januari 2026. Sementara itu, kapal dari Mahakam Ulu menuju Samarinda diperkirakan hanya bisa bertahan hingga pertengahan pekan ini.

“Untuk kapal yang mudik sudah berhenti sejak tanggal 25. Kalau dari Mahulu ke Samarinda mungkin terakhir sekitar hari Rabu, itu pun kalau tidak ada tambahan minyak,” katanya.

Sopiansyah memastikan, persoalan ini tidak berkaitan dengan kenaikan harga BBM, melainkan murni akibat ketiadaan stok BBM subsidi di lapangan. Selama ini, pengisian BBM kapal dilakukan melalui SPBB di Samarinda.

“Bukan karena harga naik, tapi stoknya tidak ada. BBM-nya kosong,” ucapnya.

Menurutnya, jika kondisi ini dibiarkan berlarut-larut, maka dampaknya tidak hanya dirasakan pelaku usaha angkutan, tetapi juga masyarakat luas yang sangat bergantung pada pasokan bahan pangan dari Samarinda.

Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mempercepat penyelesaian persoalan BBM subsidi, agar distribusi logistik melalui Sungai Mahakam dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat di wilayah pedalaman tetap terjamin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....