Kementerian PU Pastikan Preservasi Jalan Sp Blusuh–Sendawar Berkelanjutan

  • 18 Jan 2026 14:46 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Jalan nasional yang menghubungkan kawasan Sp. Blusuh hingga Sendawar di Kabupaten Kutai Barat menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Ruas ini selama bertahun-tahun menjadi jalur utama pergerakan masyarakat dan distribusi barang, namun juga rentan rusak akibat beban lalu lintas berat.

Untuk menjaga agar fungsi jalan tetap optimal, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal Bina Marga menjalankan program preservasi jalan pada ruas Sp. Blusuh - Sp. 3 Damai - Barong Tongkok - Mentiwan (Sendawar), Kalimantan Timur.

“Ruas Sp. Blusuh menuju Sendawar merupakan salah satu akses penghubung antawilayah yang penting bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian di Kubar dan Mahakam Ulu. Oleh karena itu, Kementerian PU memastikan penanganan terus dilakukan secara bertahap, terencana, dan berkelanjutan agar jalan tetap laik fungsi,” kata Menteri PU Dody Hanggodo.

Penanganan ruas ini tidak dilakukan secara parsial. Pemerintah pusat menetapkan skema Multi Years Contract (MYC) untuk periode 2025 hingga 2027 agar perbaikan jalan dapat dikerjakan secara menyeluruh, mulai dari pemeliharaan hingga rekonstruksi pada titik-titik dengan tingkat kerusakan berat.

Dalam pelaksanaannya, pekerjaan meliputi pemeliharaan rutin dan pemeliharaan kondisi puluhan kilometer badan jalan, rehabilitasi minor dan mayor, hingga rekonstruksi jalan. Selain badan jalan, kondisi jembatan di sepanjang ruas tersebut juga menjadi perhatian melalui kegiatan pemeliharaan rutin dan berkala.

Kerusakan jalan di ruas Sp. Blusuh - Sendawar sebelumnya teridentifikasi di sejumlah segmen. Evaluasi teknis di lapangan menunjukkan bahwa lalu lintas kendaraan bermuatan berlebih atau over dimension over loading (ODOL) menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan struktur jalan.

Kepala BBPJN Kalimantan Timur, Yudi Hardiana, menegaskan bahwa penanganan ruas ini tidak hanya bergantung pada perbaikan konstruksi semata, tetapi juga memerlukan dukungan lintas sektor.

“Kami sejak awal selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dalam penanganan ruas ini. Selain perbaikan fisik jalan, kami juga mendorong pengendalian kendaraan ODOL yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan," ujarnya.

Sebagai upaya pencegahan jangka panjang, BBPJN Kalimantan Timur turut melibatkan kepolisian dan instansi perhubungan untuk memperketat pengawasan kendaraan berat.

Penertiban truk ODOL diproyeksikan menjadi langkah penting agar kondisi jalan yang telah diperbaiki tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....