Bupati Kubar Tinjau Kondisi Banjir di Muara Lawa

  • 18 Apr 2025 13:42 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar : Bupati Kutai Barat (Kubar) Frederick Edwin didampingi Kapolres Kubar, Kasdim 0912, Kepala BPBD, serta sejumlah pejabat terkait meninjau langsung kondisi banjir di Kecamatan Muara Lawa, Kamis (17/4/2025). Bupati sampai harus menggunakan perahu karet untuk menuju lokasi pemukiman masyarakat dan fasilitas umum yang terendam air.

Pasalnya banjir yang melanda 8 kampung di wilayah tersebut tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga sekolah dan fasilitas umum lainnya. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 1,5 meter hingga lebih dari 2 meter.

Bupati Frederick Edwin menyatakan keprihatinannya atas musibah ini dan mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama mengawasi anak-anak. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan, mengingat risiko penyakit seperti diare, ISPA, dan infeksi kulit pascabanjir.

"Jika ada warga yang sakit, segera berobat ke posko kesehatan yang telah disiapkan," ujarnya.

Banjir dipicu oleh tingginya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir di Kubar, yang mengakibatkan debit air Sungai Kedang Pahu dan Sungai Mahakam meningkat. Akibatnya, beberapa titik di Jalan Trans Kalimantan di Muara Lawa mulai tergenang, meski masih dapat dilalui kendaraan.

Bupati mengaku khawatir akses jalan akan terputus jika ketinggian air terus naik mengingat arus yang cukup deras. Sementara berdasarkan laporan BPBD Kubar, permukaan air masih terus meningkat di Muara Lawa dan sejumlah kecamatan lain yang diguyur hujan.

Saat ini, status banjir masih dalam siaga darurat, namun akan ditingkatkan menjadi tanggap darurat jika kondisi memburuk. Bupati meminta warga sigap mengungsi jika air terus naik dan segera berkoordinasi dengan pemerintah setempat jika membutuhkan bantuan evakuasi.

Meski sudah dilanda banjir, sejumlah warga masih bertahan di rumah. Mereka mengaku membutuhkan sembako dan air bersih untuk minum serta memasak. Selain itu, mereka yang tidak memiliki perahu meminta bantuan transportasi untuk membeli LPG dan kebutuhan pokok lainnya.

"Kami akan bertahan selama banjir belum mencapai lantai rumah. Jika sudah terendam, baru kami mengungsi ke kerabat," kata salah seorang warga.

Banjir tahunan ini bukan hal baru bagi masyarakat Muara Lawa, sehingga mereka telah memiliki mekanisme antisipasi.

Camat Muara Lawa, Edy Muhamdi, menyatakan pihaknya bersama pemerintah kampung terus berupaya membantu korban banjir. Mereka akan menyediakan nomor hotline untuk memfasilitasi warga yang membutuhkan bantuan transportasi atau logistik.

"Nomor hotline akan segera dikoordinasikan dengan RT dan pemerintah kampung setempat," jelas Edy.

Pemerintah Kubar dan relawan terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar warga terpenuhi.

Kepala bidang kedaruratan dan logistik, BPBD Kubar, Silas Ludin mengatakan, ada sekitar 340 rumah penduduk di kecamatan Muara Lawa yang terendam banjir. Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada.

“Kami sudah mendirikan posko darurat untuk membantu evakuasi warga yang terdampak. Karena ada sekitar 340 rumah yang dilaporkan terendam air,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....