Kades Kelumpang: Kampung Kami Sudah Tidak Terisolasi Lagi

  • 30 Okt 2024 17:37 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Kepala desa Kelumpang, kecamatan Mook Manar Bulatn (MMB) kabupaten Kutai Barat, Ali Subhan, mengungkapkan rasa bangganya karena kampung mereka sudah tidak terisolasi lagi.

"Berkat peran serta dan tangan dingin pak bupati, kami tidak lagi merasa terisolasi. Jalan ke kampung kami sudah disemenisasi, sehingga usaha perikanan dan pertanian kami bisa memberi nilai ekonomi yang besar," kata Ali saat memberi sambutan mewakili Petinggi 16 kampung pada acara kunjungan kerja bupati Kubar serta pengukuhan BPK se kecamatan MMB di kampung Gunung Rampah, Rabu (30/10/2024.

Ali menjelaskan, sejak masa kepemimpinan bupati FX Yapan, sudah banyak program pembangunan dan bantuan pemerintah di 16 kampung se kecamatan MMB termasuk di kampung Kelumpang. Baik dari segi infrastruktur jalan, jembatan maupun pariwisata.

Kampung Kelumpang sendiri terkenal kaya akan hasil perikanan karena diapit danau Kelumpang. Selama belum ada jalan, para nelayan setempat hanya bisa produksi untuk kebutuhan sehari-hari.

"Tapi sekarang kami sudah punya Selter perikanan dan hasil tangkapan kami bisa langsung dijual atau dikeringkan. Bahkan pembeli dari luar daerah datang langsung ke kampung kami," ujarnya.

Dia menambahkan, kampung Kelumpang kini juga ditetapkan sebagai destinasi wisata alam dengan hadirnya Festival Danau Kelumpang yang mulai digalakkan Dinas Pariwisata. Festival ini juga ikut mendorong peningkatan ekonomi masyarakat setempat.

Karena itu Ali mengapresiasi perhatian pemerintah kabupaten Kutai Barat terhadap daerah mereka.

"Saya mewakili seluruh petinggi se kecamatan MMB mengucapkan terima kasih atas pembangunan dan bantuan bapak bupati dan wakil bupati," tuturnya.

Sementara bupati Kubar FX Yapan menegaskan, pembangunan yang dilakukan selama masa kepemimpinannya lebih difokuskan pada infrastruktur dasar untuk memajukan ekonomi kerakyatan.

"Sekarang hampir semua kampung di Manar Bulatn ini sudah terkoneksi dengan jalan. Tinggal dua kampung yang agak kesulitan yaitu Abit dan Muara Batuq. Tapi kami sudah anggarkan, tahun 2025 semua sudah berstatus jalan mantap," ucap Yapan.

Yapan berharap, dengan infrastruktur dasar yang memadai akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

"Yang bilang di zaman saya tidak ada pembangunan itu karena mereka hanya jalan di kota. Coba jalan ke kampung-kampung, semua sudah

kita bangun," katanya mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....