Jalan Mantap di Kutai Barat Sudah 70 Persen

  • 01 Okt 2024 15:40 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Sendawar: Bupati FX.Yapan menjelaskan, status jalan mantap di kabupaten Kutai Barat (Kubar) sudah mencapai 70 persen atau sekitar 400 lebih kilo meter. Hal itu terwujud berkat program infrastruktur yang menjadi prioritas pemerintah dalam dua periode kepemimpinan FX.Yapan dan Edyanto Arkan sebagai bupati dan wakil bupati Kubar.

“Selama dua periode ini kita memang prioritaskan akses jalan. Karena menurut kami, walaupun berlian program -program pemerintah, kalau akses itu tidak ada, tidak mungkin jalan. Maka oleh sebab itu, selama dua periode ini kami dua berusaha, seluruh kampung yang ada di Kutai Barat dan kecamatan semua akses sudah lancar,” terang bupati FX.Yapan usai meresmikan penyalaan Listrik 24 jam di kampung Besiq, kecamatan Damai, Senin (30/9/2024).

BACA JUGA:

Warga Damai Kutai Barat Akhirnya Merdeka dari Kegelapan

Yapan menjelaskan, jalan mantap adalah jalan yang sudah diaspal atau dirigit beton. Menurutnya dari 190 kampung dan 4 kelurahan pada 16 kecamatan, hanya menyisahkan beberapa kampung yang belum beraspal.

Dia merincikan, kecamatan yang hampir 100 persen terkoneksi adalah Barong Tongkok, Melak, Damai, Linggang Bigung, Nyuatan, Tering, Long Iram, Mook Manar Bulatn dan Sekolaq Darat. Sementara kecamatan lain seperti, Jempang, Muara Pahu, Siluq Ngurai, Penyinggahan, Bentian Besar dan Bongan rata-rata sudah diatas 80 persen terkoneksi jalan mantap.

“Kalau kita lihat, kecamatan Damai ini sudah habis dirijit semua. Walaupun masih ada sisa, tidak banyak. Terus kecamatan Nyuatan juga tinggal kampung Sentalar sisa sedikit. Kecamatan Muara Lawa tinggal beberapa kampung seperti Muara Begai,” jelasnya.

“Kemudian kecamatan Siluq Ngurai, kalau di daerah bawah itu sudah mantap, tinggal daerah atas saja seperti Lendian dan Kendesiq. Kalau Jempang dari Tanjung Isuy tahun 2025 ini sudah habis. Kampung -kampung sudah mantap, jalannya,” tambah Yapan.

BACA JUGA:

Bupati Kubar Resmikan Listrik di Kecamatan Damai dan Nyuatan

Bupati dua periode ini melanjutkan untuk kecamatan Bongan, tinggal menyisahkan beberapa kampung di daerah pegunungan seperti Lemper, Deraya, Gerunggung dan Tanjung Soke.

Sementara untuk kecamatan Penyinggahan dan Muara Pahu mayoritas sudah terkoneksi jalan mantap.

“Penyinggahan tembus ke Paku, nyeberang ke kampung Minta tembus ke Loadras itu sudah selesai. Lalu dari Siluq Ngurai - Gunung Bayan, Gunung Bayan - Muara Pahu, Muara Pahu – Penyinggahan dan Penyinggahan tembus ke perbatasan dengan Kutai Kartanegara sudah hampir 100 persen,” katanya.

“Jadi 70 persen jalan itu sudah jalan mantap. Di Jempang seperti Isuy ke Muara Ohong, Tanjung Jone, Pulau Lating itu tahun 2025 selesai semua,” ujar Yapan membanggakan capaian tersebut.

BACA JUGA:

Desa Berlistrik di Kutai Barat Capai 82 Persen


Mantan ketua DPRD Kubar ini menyebut, publikasi kegiatan pemerintah memang dinilai kurang sehingga masyarakat menggap tidak ada pembangunan.

“Jadi sekarang sudah terkoneksi semua, cuma sayang kegiatan yang kami lakukan ini memang tidak termuat di media masa. Kelihatan adem ayem (seperti tidak ada pembangunan) karena kalian tidak ke kampung-kampung lain. Padahal daerah lain di justru sama bagus seperti ini,” tutur Yapan sambil memamerkan hasil pembangunan jalan dari Barong Tongkok menuju kampung Besiq yang sudah mulus sepanjang puluhan km.

Pembangunan infrastruktur jalan ini menurut Yapan adalah legasi atau warisan untuk masa depan.

“Jadi utang kami dua pak wakil sudah lunas, ya kami dua meninggalkan legasinya. Jadi ketika kami dua nanti berhenti, waktu kalian lihat jalan yang sudah dibeton pasti kalian ingat kami dua,” tuturnya.

Diketahui pada akhir 2023 lalu tercatat jalan kabupaten dalam kondisi mantap sebesar 59% dari total panjang jalan 1523 KM. Penanganan jalan untuk ruas yang menjadi kewenangan Kabupaten sepanjang 580 KM.

Ruas jalan ke kawasan pemukiman, jalan kampung dan jalan poros antar kecamatan yang sudah terbangun sepanjang 389 KM. Sedangkan agregat batu pasir dan timbunan sepanjang 196 KM.

Kepala bidang Bina Marga dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kubar, Yohanis Sau mengatakan, jalan daerah yang belum mantap tinggal di beberapa kampung pada dua kecamatan. Yakni SAiluq Ngurai dan Bentian Besar.

“Tinggal daerah Bentian Besar dan Silunq Ngurai saja. Di Siluq Ngurai itu terkendala adanya jalan perusahaan yang link dengan jalan daerah. Seperti Simpang Manis – Muara Ponaq – Rikong dan Lendian itu beririsan dengan jalan Perusahaan yang berstatus HGU,” terang Sau.

Pemkab Kubar menargetkan tahun depan masuk dalam program prioritas kabupaten sehingga daerah-daerah tersebut bisa ditingkatkan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....