Bupati Kubar Resmikan Listrik di Kecamatan Damai dan Nyuatan
- 30 Sep 2024 18:03 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Bupati Kutai Barat (Kubar) FX. Yapan, didampingi Wakil Bupati Edyanto Arkan dan PT PLN, meresmikan penyalaan listrik 24 jam untuk Kecamatan Damai dan Nyuatan, di Kampung Besiq, Senin (30/9/2024).
Penyalaan listrik PLN ini meliputi 9 kampung di Kecamatan Damai dan 2 kampung di Kecamatan Nyuatan. Diantaranya kampung Besiq, Bermai, Muara Niliq, Mantar, Muara Nyahing, Lumpat Dahuq, Kelian, Muara Tokong, Muara Bomboi, Intu Lingau dan Lakan Bilem.
General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra, Agung Murdifi, mengatakan pembangunan ini mencakup 61 jaringan tegangan menengah (JTM) dan 24 trafo dengan total biaya Rp 45,5 miliar.
"Biaya ini juga dibantu oleh pemerintah daerah. Ini kolaborasi yang luar biasa, sehingga kami sangat mengapresiasi kerja sama ini," ujarnya.
Agung menjelaskan dengan tambahan 11 kampung yang dialiri listrik ini, maka jumlah kampung yang tersambung listrik PLN di Kutai Barat mencapai 160 dari total 190 kampung, tersisa 30 kampung yang belum dialiri listrik.
"Dengan demikian, rasio elektrifikasi di Kutai Barat naik dari 85 persen menjadi 87,77 persen, sementara rasio desa berlistrik meningkat dari 76,80 persen menjadi 82,99 persen," lanjutnya.
PLN menargetkan pada tahun 2027, seluruh desa di Kubar sudah tersambung dengan listrik negara.
"Harapannya, listrik ini dapat membantu mengatasi kesulitan masyarakat, terutama dalam meningkatkan produktivitas perekonomian, kesehatan, serta menciptakan lapangan usaha baru," jelas Agung.

Bupati Kubar FX. Yapan menjelaskan pembangunan jaringan listrik di Kubar sebelumnya terkendala minimnya infrastruktur. Oleh karena itu, selama dua periode kepemimpinannya, pemerintah daerah fokus membangun jalan dan jembatan ke seluruh kecamatan dan kampung.
"Saat ini, 70 persen desa sudah terkoneksi dengan jalan dan jembatan yang berstatus jalan mantap, sehingga PLN bisa masuk karena akses jalan sudah bagus," ujar Yapan.
Yapan berharap masyarakat dapat memanfaatkan listrik untuk kebutuhan produktif guna meningkatkan perekonomian.
"Saya ingin masyarakat memanfaatkan listrik untuk usaha, apalagi kita dekat dengan Ibu Kota Negara (IKN). Saya berharap Kutai Barat bisa menjadi penyuplai kebutuhan IKN. Bayangkan, ada lebih dari 3 juta ASN yang akan pindah ke IKN, tentu mereka membutuhkan pangan, ikan, dan kebutuhan lainnya. Dengan adanya listrik ini, saya harap dapat digunakan untuk usaha produktif," ungkap Yapan.
Sementara itu sejumlah kepala kampung merasa bersyukur karena desa mereka akhirnya terbebas dari kegelapan yang telah dirasakan selama puluhan tahun.
"Selama ini kami hanya menggunakan tenaga surya dan genset, yang biayanya sangat mahal. Makanya kami sangat berterima kasih atas adanya listrik yang dibangun oleh pemerintah dan PLN ini," ujar Kepala Kampung Muara Nyahing, Tarsisius.
Acara ini juga dihadiri oleh manajemen PLN UP3 Samarinda, Sekretaris Daerah Kutai Barat, serta sejumlah pejabat Pemkab Kubar. Kemudian 11 kepala kampung yang dialiri listrik turut menyaksikan momen bersejarah tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....