Puasa di Perantauan, Wisnu Rasakan Rindu yang Menguatkan Makna Kebersamaan
- 28 Feb 2026 21:33 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Ramadan tahun ini menjadi pengalaman berbeda bagi Wisnu, warga asal Samarinda yang bekerja di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) ini, harus menjalani ibadah puasa jauh dari keluarga.
Menurutnya, makna puasa setiap tahun bisa berubah seiring perjalanan hidup. Namun secara umum, Ramadan tetap menjadi momentum untuk memperbaiki diri dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.
“Makna puasa tiap tahun bisa berbeda-beda, tergantung perjalanan hidup. Tetapi secara umum, puasa tahun ini jadi momentum introspeksi diri dan kesempatan memperbaiki kesalahan masa lalu dengan memperkuat hubungan dengan Allah,” ujar Wisnu, Sabtu 28 Februari 2026.
Meski demikian, jarak dengan keluarga menjadi perbedaan paling terasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mengaku suasana sahur, berbuka, dan tarawih bersama keluarga kini hanya bisa dirasakan lewat komunikasi jarak jauh.
“Puasa tahun ini yang sangat jelas bedanya ya jauh dari keluarga. Tidak bisa sahur bersama, buka bersama, dan tarawih bersama, itu yang paling terasa,” katanya.
Wisnu menyebut, kebersamaan sederhana seperti makan bersama, salat berjemaah, hingga berbincang selepas tarawih justru terasa sangat berharga ketika tidak bisa dilakukan secara langsung.
“Ketika jauh dari keluarga, kita semakin sadar betapa mahalnya waktu kebersamaan itu. Momen makan bersama dan salat berjemaah terasa sekali ketika tidak bisa berkumpul,” ucapnya.
Meski begitu, komunikasi dengan keluarga tetap terjalin lancar melalui telepon dan video call. Ia mengaku dukungan dari istri dan anak-anak menjadi penyemangat dalam menjalani Ramadan di perantauan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....