Kasus Hukum Ismail Thomas Bakal jadi Senjata Lawan Politik Serang Edwin-Nanang, ini Kata Timses
- 23 Apr 2024 16:22 WIB
- Sendawar
KBRN, Sendawar: Kasus hukum yang membelit mantan bupati Kutai Barat (Kubar) Ismail Thomas, diperkirakan jadi senjata lawan politik untuk menyerang pasangan Frederick Edwin – Nanang Adriani dalam konstelasi Pilkada tahun ini.
Sebab Ismail Thomas adalah ayah kandung bakal calon bupati Kubar, Frederick Edwin.
Ketua Tim Kampanye Kabupaten Sempekat Kubar Bersama (TKK SKB), Bartolomeus Iku, tak menampik isu itu bakal digoreng selama pesta demokrasi Pilkada 2024 ini. Namun dia yakin isu itu tak laku dijual karena Ismail Thomas memiliki rekam jejak sebagai 'bapak pembangunan' di Kutai Barat.
”Pertama-tama menyangkut kasus saya pikir kasus itu awalnya dibilang kasus korupsi tapi bukan, itu kan menyangkut pemalsuan saja. Tentu kami akui ini menjadi isu dari lawan-lawan politik kita tetapi masyarakat tahu pak Thomas selama dia menjabat seperti apa,” kata Iku dalam konferensi pers usai deklarasi pasangan FENA di sekretariat pemenangan, Senin (22/4/2024).
BACA JUGA:
Resmi Deklarasi Maju Pilkada Kubar, FENA Masih Jalin Komunikasi dengan Parpol
Menurutnya, kasus yang menjerat Ismail Thomas dan pencalonan anaknya Frederick Edwin adalah dua hal yang berbeda. Sehingga dia yakin tidak akan berpengaruh besar terhadap paslon FENA.
”Semua manusia ini pasti ada masalah, pasti ada kilafnya, begitu juga (Ismail Thomas). Kami yakin masyarakat tetap mengatakan pak Thomas ini orang baik, walaupun ini berdampak tapi tidak begitu besar. Makanya kami mendeklarasikan mereka pada hari ini,” tegasnya.
Iku mengatakan, kasus hukum Ismail Thomas tidak ada kaitannya dengan Frederick Edwin. Hal itulah yang mendorong para relawan dan tim sukses untuk tetap mendukung penuh pasangan FENA di Pilkada kali ini.
”Tim sudah mendeklarasikan berarti kami memastikan (siap maju), kami menyampaikan kepada masyarakat Kutai Barat bahwa ini pasti maju ikut berkompetisi di Pilkada tahun 2024,” tukas mantan anggota DPRD Kubar tersebut.
BACA JUGA:
Pasangan Edwin Nanang Deklarasi Diri Siap Maju Pilkada Kubar 2024
Barto Iku mengatakan, Ismail Thomas memilki rekam jejak mentereng di dunia politik dan birokrasi. Mulai dari wakil bupati Kubar satu periode, bupati Kubar dua periode dan anggota DPR RI, sebelum dibui dalam kasus izin tambang.
Hasil karya Ismail Thomas lanjut Iku, juga masih dilihat masyarakat Kubar hingga saat ini. Bahkan Iku mengklaim, berdasarkan hasil survei, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah lebih tinggi era Ismail Thomas ketimbang bupati pertama Rama Asia dan FX.Yapan yang saat ini masih menjabat sebagai bupati Kubar.
”Itu juga terlihat dari opini yang berkembang di masyarakat sampai ke hasil survei yang kami jalankan. Kepercayaan dan kepuasan masyarakat terhadap pemerintahan pak Thomas jauh lebih tinggi dibandingkan pak Rama dengan pak Yapan, itu dari lembaga survei nasional,” katanya.
”Kami pakai Indikator Politik dan bisa dipertanggungjawabkan,” tambah Iku.
Empat Kandidat Daftar Sebagai Bacalon Wabup Kubar untuk Dampingi Haji Acong di Pilkada 2024
Diketahui pasangan Frederick Edwin – Nanang Adriani resmi dideklarasikan sebagai bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Kutai Barat dalam Pilkada serentak tahun ini.
Deklarasi ini turut dihadiri ribuan simpatisan dan tim pemenangan yang terdiri dari Taruna Gharda Mandiri (TGM), Putri Ringeng, relawan Edwin, Banteng tua, tim pakar serta tim Kampanye Kabupaten Sempekat Kubar Bersama (TKK-SKB).
”Saya Frederik Edwin dan Haji Nanang Adriani, dengan penuh kesadaran dan tanggungjawab dengan ini mendeklarasikan diri sebagai bakal calon bupati dan bakal calon wakil bupati Kutai Barat pada Pemilihan Kepala Daerah Tahun 2024,” ucap Edwin saat membacakan naskah deklarasi, tepat pukul 14.00 Wita di sekretariat TGM Kubar, jalan Gajah Mada, kecamatan Barong Tongkok, Kota Sendawar, Senin (22/4/2024).
BACA JUGA:
Ketua TGM Jelaskan Alasan Frederick Edwin Pilih Nanang Adriani Jadi Cawabup di Pilkada Kubar
Frederick Edwin mengatakan pasangan FENA berkomitmen mewujudkan Kutai Barat yang semakin sejahtera, aman, adil, merata dan beradat. Selain itu dia menegaskan akan akan mengedepankan kampanye damai dan meminta timnya untuk menghindari black campign.
”Dalam mengikuti Pilkada ini, kami mengedepankan pemilu damai dan menolak kampanye hitam,” tegas Edwin.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....