Balap Ketinting di Danau Kelumpang Berlangsung Sengit, Sejumlah Perahu Karam

  • 01 Okt 2026 07:05 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Lomba balap ketinting kelas 230cc dalam rangkaian Festival Danau Kelumpang 2026 berlangsung sengit di perairan Danau Kelumpang, Kampung Kelumpang, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Rabu, 30 September 2026.

Para pembalap dari berbagai daerah saling beradu kecepatan dan keterampilan mengendalikan perahu ketinting. Peserta datang tidak hanya dari Kutai Barat, tetapi juga dari Tenggarong, Penyinggahan, Muara Muntai, Jantur dan Sulawesi.

Persaingan berlangsung kompetitif sejak perlombaan dimulai. Sejumlah insiden terjadi selama balapan, termasuk beberapa perahu peserta yang karam.

Meski demikian, seluruh rangkaian pertandingan kelas 230cc dapat diselesaikan. Peserta dari Tenggarong, Muara Muntai dan Penyinggahan kemudian menempati jajaran juara.

Para pemenang kelas 230cc akan menerima hadiah Kamis, 1 Oktober 2026, bersamaan dengan pemberian hadiah untuk pemenang kelas 500cc.

Petinggi Kampung Kelumpang M. Ali Syubhan mengatakan Festival Danau Kelumpang juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas dan potensi kampung.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkenalkan potensi Kampung Kelumpang kepada masyarakat luas,” katanya.

Sebelumnya Bupati Kutai Barat Frederick Edwin mengatakan festival tidak hanya diarahkan sebagai ajang pelestarian budaya dan olahraga prestasi air, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi masyarakat.

“Festival ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat lokal untuk menambah pendapatan. Salah satunya melalui penguatan peran BUMKamp dan UMKM di wilayah ini,” ujarnya.

Frederick berharap kegiatan tersebut berkembang menjadi daya tarik wisata yang mampu mendatangkan wisatawan dari dalam maupun luar daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kutai Barat Sumardi menargetkan Festival Danau Kelumpang masuk dalam kalender event nasional pada tahun mendatang.

“Setiap pelaksanaan Festival Danau Kelumpang selalu dihadiri kabupaten dari luar Kubar,” ungkap Sumardi.

Ia menyebut keunikan geografis dan sosial budaya Kelumpang menjadi modal penting dalam pengembangan festival, termasuk untuk mendorong aktivitas UMKM dan ekonomi kreatif masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....