Sinyal dan Perangkat Jadi Kendala Utama Atlet E-Sport Kutai Barat

  • 26 Mei 2026 19:24 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar – Keterbatasan jaringan internet dan perangkat tanding masih menjadi tantangan utama yang dihadapi atlet cabang olahraga E-Sport Kutai Barat dalam mempersiapkan diri menuju ajang Porprov Kalimantan Timur.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet muda untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan mereka demi membawa nama Kutai Barat di tingkat provinsi.

Ketua Cabor E-Sport Kutai Barat, Robert Fernandes mengatakan kualitas sinyal internet yang belum stabil menjadi kendala paling sering dirasakan atlet, terutama karena sebagian besar latihan dan pertandingan dilakukan secara online.

“Kalau kendala sekarang mungkin sinyal, karena di daerah kita sering naik turun,” ujarnya dalam pertemuan dengan ketua KONI Kubar, Alsiyus di Sendawar, Senin 25 Mei 2026 malam.

Menurut Robert, kondisi jaringan yang tidak menentu cukup memengaruhi performa pemain, khususnya saat menjalani latihan bersama tim maupun mengikuti turnamen daring.

Selain masalah jaringan, keterbatasan perangkat tanding juga menjadi perhatian pengurus dan atlet. Hingga saat ini, sebagian besar atlet masih menggunakan perangkat pribadi untuk latihan maupun pertandingan.

“Perangkat tanding kami sementara dipersiapkan sendiri masing-masing,” katanya.

Ia menjelaskan belum semua perangkat yang digunakan atlet memiliki standar yang sama, sehingga kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam proses pembinaan.

Meski menghadapi keterbatasan, para atlet E-Sport Kutai Barat tetap aktif mengikuti berbagai turnamen online guna menjaga kemampuan dan meningkatkan pengalaman bertanding.

Robert menilai semangat para pemain menjadi modal penting untuk terus berkembang di tengah keterbatasan fasilitas yang ada.

“Anak-anak tetap semangat latihan dan terus mengikuti turnamen supaya kemampuan mereka tetap terasah,” ucapnya.

Saat ini, E-Sport Kutai Barat memiliki sekitar 18 atlet yang tergabung dalam beberapa divisi, mulai dari Mobile Legends, PUBG Mobile, Free Fire hingga konsol atau E-Football.

Menurut Robert, dukungan berbagai pihak sangat dibutuhkan agar pembinaan atlet E-Sport dapat berjalan lebih maksimal, terutama dalam penyediaan sarana latihan dan peningkatan kualitas jaringan internet.

Ia berharap perhatian terhadap E-Sport sebagai cabang olahraga prestasi semakin meningkat, mengingat olahraga digital kini semakin diminati generasi muda dan memiliki peluang besar untuk berprestasi di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami berharap ke depan fasilitas dan dukungan bisa lebih baik supaya atlet-atlet Kutai Barat bisa berkembang lebih maksimal,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....