Ketua KONI Kubar Mundur, Akui Kesibukan dan Dorong Percepatan Persiapan Porprov

  • 30 Apr 2026 20:23 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Ketua KONI Kabupaten Kutai Barat (Kubar) periode 2025-2029, Agus Herawan, mengundurkan diri dari jabatannya, di tengah dinamika mosi tidak percaya dari sejumlah Cabang Olahraga (cabor) serta adanya permintaan evaluasi kepemimpinan dari Bupati Frederick Edwin.

Pengunduran diri tersebut disampaikan Agus Herawan, melalui surat yang ditujukan kepada Bupati Kubar dan KONI Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) pada Kamis, 30 April 2026.

"Alhamdulillah hari ini, jam 11 siang tadi saya sudah menyampaikan surat pengunduran diri, langsung saya serahkan ke pak bupati. Kemudian yang ke KONI juga sudah sampai sore ini, itu sudah saya konfirmasi juga," kata Agus.

Pengunduran Diri untuk Percepatan dan Stabilitas Organisasi

Sebelumnya, sebanyak 27 cabor di Kubar menyampaikan mosi tidak percaya terhadap kepemimpinan KONI. Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Bupati Kubar di kediaman pribadi kepala daerah, Rabu, 29 April 2026 malam.

Menanggapi hal itu, Agus menilai langkah mundur menjadi pilihan yang lebih cepat dan efektif dibandingkan harus melalui proses organisasi yang berpotensi memakan waktu.

“Jadi menurut saya, akan lebih bijaksana jika saya mundur, karena kalau melalui proses mosi, khawatirnya lama dan tidak keburu untuk persiapan dan keberangkatan kontingen Kubar menuju Porprov di Kabupaten Paser, November mendatang,” ujarnya.

Selain faktor dinamika organisasi, ia juga mengaku memiliki kesibukan lain yang tidak dapat ditinggalkan, khususnya di bidang ketahanan pangan.

“Saya mundur karena ada kegiatan yang tidak bisa saya tinggalkan, apalagi saat ini kita menghadapi kondisi El Nino, sehingga saya harus benar-benar fokus,” kata Agus.

Tidak Ada Intervensi, Bupati Dinilai Peduli Olahraga

Ia menegaskan, keputusan tersebut merupakan inisiatif pribadi dan bukan karena adanya intervensi dari pihak manapun, termasuk pemerintah daerah.

“Dalam hal ini, Bupati tidak melakukan intervensi. Beliau hanya menginginkan yang terbaik untuk olahraga dan atlet di Kutai Barat,” ucapnya.

Sebelumnya, Bupati Frederick Edwin sempat menyampaikan agar dilakukan pertimbangan terkait kepemimpinan KONI ke depan demi kelancaran pembinaan olahraga.

Menurut Agus, hal tersebut bukan bentuk intervensi, melainkan dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan olahraga, terutama dalam menghadapi agenda besar Porprov Kaltim dalam waktu dekat.

“Itu bukan intervensi, tetapi beliau peduli dengan kemajuan olahraga Kubar. Jadi bagi saya, ini hal yang baik untuk olahraga Kubar,” ujarnya.

Soal Kejelasan Pengelolaan Anggaran, Tinggal Tunggu LHP BPK

Terkait sejumlah persoalan yang disampaikan cabor, termasuk soal pengelolaan anggaran, Agus menyebut seluruh proses masih berjalan dan menunggu hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Kita tinggal menunggu LHP dari BPK. Semua data sudah kami serahkan dan sampai saat ini, ada yang tidak bisa dihungi saya bantu hubungi, ada yang kurang jelas dan lainnya saya tetap kopperatif memberikan semua data dan informasi yang pemeriksa butuhkan,” kata Agus.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh insan olahraga di Kutai Barat, serta harapan agar kepemimpinan ke depan dapat membawa organisasi menjadi lebih baik.

“Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Pak Bupati atas kepercayaan yang telah diberikan. Saya berharap ke depan, kepemimpinan KONI Kubar ke depan dapat membawa organisasi ini menjadi lebih baik,” ucap Agus Herawan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....