ITM Melak Group Gelar Natal Bersama, Perkuat Solidaritas Internal
- 16 Jan 2026 00:13 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar – Keluarga Besar PT Indo Tambangraya Megah (ITM) Melak Grup, menggelar Perayaan Natal Oikumene karyawan di GOR Desnan, Sendawar, Kabupaten Kutai Barat, Kamis 15 Januari 2026 malam.Kegiatan ini menjadi momentum mempererat kebersamaan, solidaritas, dan nilai-nilai kekeluargaan di lingkungan kerja.
Perayaan Natal yang mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” berlangsung dalam suasana hangat, penuh sukacita, dan sarat makna spiritual.
Acara ini dihadiri jajaran manajemen perusahaan bersama karyawan dan keluarga dari PT TCM, BEK, GPK, TIS, dan NRP, serta Pemkab Kutai Barat.
Ibadah Natal dipimpin oleh pengkhotbah asal Nusa Tenggara Timur, Pendeta Yandi Manobe, S.Th., dan dimeriahkan pujian rohani oleh penyanyi Maria Priscillia. Ribuan peserta tampak khidmat mengikuti rangkaian ibadah yang menekankan nilai kasih, toleransi, dan persaudaraan.
AMM Melak Cluster, Hirung, mengatakan perayaan Natal bersama bukan sekadar agenda keagamaan tahunan, melainkan sarana memperkuat hubungan kekeluargaan dan solidaritas di lingkungan kerja.
“Melalui perayaan Natal ini, kami ingin meneguhkan semangat kebersamaan, saling menghargai, dan solidaritas di antara seluruh karyawan. Nilai-nilai inilah yang menjadi fondasi penting dalam membangun lingkungan kerja yang harmonis dan produktif,” ujarnya.
Menurut Hirung, manajemen PT ITM Grup Melak sangat mengedepankan nilai inklusivitas dan keberlanjutan yang berakar pada nilai-nilai spiritual. Ia berharap semangat Natal dapat menjadi motivasi bagi seluruh karyawan untuk terus meningkatkan kinerja perusahaan.
“Apalagi tahun ini kita menargetkan produksi 15 juta ton batu bara. Karena itu, saya harap kinerja yang baik dan kebersamaan ini terus kita pertahankan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Panitia Natal Perusahaan, Agus, menyampaikan bahwa perayaan Natal ini diharapkan memberi dampak positif tidak hanya bagi karyawan, tetapi juga masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Melalui Natal ini kami ingin memperkuat silaturahmi dan kerja sama antara perusahaan, karyawan, dan masyarakat. Kami ingin masyarakat melihat langsung kontribusi perusahaan bagi Kutai Barat,” ujarnya.
Agus juga mengungkapkan antusiasme peserta melebihi perkiraan panitia. Dari target kehadiran sekitar 2.500 orang, jumlah peserta yang hadir mencapai hampir 5.000 orang.
“Ini menjadi berkat tersendiri bagi kami, terlebih dengan kehadiran Pendeta Yandi Manobe dan penyanyi rohani Maria Priscillia,” ucap Agus menambahkan.
Sementara itu Bupati Kutai Barat, Frederick Edwin, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Nopandel, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Natal Oikumene PT ITM Grup Melak. Menurutnya, kegiatan ini mencerminkan perhatian perusahaan terhadap nilai-nilai spiritual yang menjadi fondasi terciptanya suasana kerja yang harmonis dan berkelanjutan.
“Saya berharap kehadiran ribuan karyawan ini dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya secara ekonomi dan sosial, tetapi juga secara spiritual,” ujarnya.
Sementara Pendeta Yandi Manobe menegaskan bahwa perayaan Natal sejatinya bukan sekadar seremonial atau tontonan, melainkan tuntunan dan tantangan bagi setiap orang percaya untuk benar-benar berjumpa dengan Yesus Kristus dan menghadirkan-Nya dalam kehidupan keluarga.
“Secara kasat mata Natal itu memang indah untuk ditonton, tetapi sebenarnya Natal bukan tontonan, melainkan tuntunan. Siapa pun yang merayakan Natal harus dituntun untuk berjumpa dengan Yesus, Sang Bayi Natal,” ujarnya.
Pdt Yandi Manobe (kiri) dan Ketua Panitia Natal Oikumene Karyawan PT ITM Melak Group, Agus (kanan).
Menurutnya, perayaan Natal akan kehilangan makna apabila tidak membawa perubahan hidup dan perjumpaan pribadi dengan Kristus.Pendeta Yandi juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, perusahaan, pemerintah, serta masyarakat yang dinilainya sangat antusias mengikuti perayaan Natal tersebut.
“Saya melihat suasana malam ini penuh persaudaraan. Ini luar biasa. Saya percaya tempat ini diberkati Tuhan dan perusahaan yang ada dipakai Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.
Pendeta Yandi menyampaikan pesan khusus kepada para pekerja agar mensyukuri pekerjaan yang telah dipercayakan Tuhan.
“Tuhan memberi makan burung pipit, tetapi Tuhan tidak melemparkan gandum ke dalam sangkar. Burung itu harus keluar dan mencari. Artinya, ketika kita diberi pekerjaan, bersyukurlah dan bekerjalah dengan baik seperti untuk Tuhan dan sesama manusia,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pekerjaan merupakan sarana pemeliharaan Tuhan bagi kehidupan dan keluarga, sehingga harus dijalani dengan penuh tanggung jawab.
“Jaga keselamatan kerja, patuhi peraturan yang berlaku. Semua itu untuk kemuliaan nama Tuhan dan juga menjadi berkat bagi kita sendiri,” tegasnya.
Di akhir pesannya, Pendeta Yandi mengajak para karyawan untuk meninggalkan kebiasaan buruk dan bekerja dengan sukacita di tengah keberagaman.
“Yang suka mabuk-mabukan berhenti, yang suka menipu stop. Kita datang dari berbagai daerah, Timor, Jawa, Sulawesi, Sumatra, dan bekerja di sini bukan kebetulan. Ini kesempatan untuk belajar bekerja bersama, saling menghargai perbedaan, dan menikmati kehadiran Tuhan di tengah-tengah kita,” katanya.
Selain ibadah, perayaan Natal juga diisi dengan penampilan pujian, pesan Natal, serta ramah tamah yang semakin mempererat keakraban antar karyawan lintas bagian.
Di akhir acara, perusahaan menyerahkan bingkisan Natal kepada 16 perwakilan pemuka agama Kristen sebagai wujud berbagi kasih.
Perayaan Natal bersama ini diharapkan menjadi penyemangat baru bagi seluruh karyawan PT ITM Grup Melak untuk terus bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga kekompakan, serta berkontribusi positif bagi perusahaan dan masyarakat Kutai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....