Inovasi Pertanian Kaltim Tampil di PENAS KTNA Gorontalo

  • 23 Jun 2026 16:42 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Samarinda - Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menjadi forum dua arah yang memberikan ruang bagi petani dan nelayan untuk menyampaikan aspirasi sekaligus memperoleh informasi, peluang usaha, dan perkembangan teknologi pertanian dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang memperkenalkan berbagai inovasi yang telah diterapkan dalam pengembangan sektor pertanian di daerah.

Melalui forum nasional ini, setiap provinsi diberi kesempatan menampilkan produk unggulan dan teknologi inovatif yang dapat menjadi referensi bagi daerah lain. Berbagai hasil penelitian, pengembangan budidaya, hingga produk hilirisasi pertanian dipamerkan untuk mendorong peningkatan daya saing sektor pertanian nasional.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan mengatakan PENAS KTNA 2026 di Gorontalo tidak hanya menjadi tempat menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi petani, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan keberhasilan dan inovasi daerah kepada peserta dari seluruh Indonesia.

“PENAS KTNA merupakan forum dua arah, selain menyampaikan aspirasi juga menjadi kesempatan untuk mencari informasi seluas-luasnya dan menampilkan berbagai inovasi sistem pertanian yang telah diterapkan di daerah,” kata Fahmi, Selasa, 23 Juni 2026.

Dalam peragaan teknologi dan inovasi yang ditampilkan, Kalimantan Timur memperkenalkan bioplastik hasil karya masyarakat Kampung Lutan, Kabupaten Mahakam Ulu. Produk tersebut dikembangkan sebagai plastik ramah lingkungan yang mampu mendeteksi tingkat kesegaran produk pangan.

Bioplastik tersebut memiliki fungsi sebagai indikator kebusukan pada berbagai bahan pangan seperti daging ayam, buah-buahan, dan sayuran. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung keamanan pangan sekaligus mengurangi penggunaan plastik konvensional yang berdampak terhadap lingkungan.

Selain inovasi bioplastik, Kalimantan Timur juga memamerkan sejumlah produk unggulan sektor pertanian yang telah menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya yakni pisang kepok grecek dari Kabupaten Kutai Timur yang kini telah memasuki tahap ekspor dan memiliki potensi pasar yang terus berkembang.

“Kami juga memiliki berbagai inovasi lain seperti pisang kepok grecek yang sudah bertahap ekspor dari Kutai Timur serta hasil persilangan durian dan lai yang dikembangkan LPM Universitas Mulawarman bersama Pemprov Kalimantan Timur sebagai bagian dari kekayaan inovasi pertanian daerah,” ujar Fahmi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....