PENAS KTNA Jadi Wadah Aspirasi Petani dan Nelayan di Kaltim
- 23 Jun 2026 16:41 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Samarinda - Pekan Nasional (PENAS) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII di Provinsi Gorontalo menjadi ajang nasional tiga tahunan yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha pertanian, serta para pengambil kebijakan dari pemerintah pusat. Kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat sinergi pembangunan sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, peternakan, dan perikanan di seluruh Indonesia.
Delegasi dari berbagai daerah memanfaatkan momentum tersebut untuk bertukar pengalaman, memperluas jejaring, sekaligus menyampaikan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan. Kehadiran pejabat tinggi negara dan kementerian terkait juga membuka ruang dialog langsung antara pelaku utama sektor pertanian dengan pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan dalam Dialog Halo Kaltim di Studio Pro1 RRI Samarinda mengatakan PENAS KTNA merupakan kesempatan penting bagi petani dan nelayan Kalimantan Timur untuk menyuarakan aspirasi yang berkaitan dengan pengembangan sektor pertanian dalam arti luas.
“PENAS KTNA merupakan kesempatan bagi petani dan nelayan Kalimantan Timur untuk menyampaikan aspirasi, kendala, dan harapan yang mereka hadapi di lapangan terkait budidaya maupun pembangunan pertanian dalam arti luas, mulai dari pertanian, perkebunan, tanaman pangan, hortikultura, kehutanan hingga perikanan,” ujarnya, Selasa, 23 Juni 2026.
Menurut Fahmi, berbagai persoalan yang masih dihadapi daerah perlu diketahui secara langsung oleh pemerintah pusat agar kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah upaya memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
Ia menjelaskan hingga saat ini Kalimantan Timur masih berupaya meningkatkan kapasitas produksi pangan agar mampu memenuhi kebutuhan daerah secara mandiri. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri mengingat provinsi ini juga dikenal sebagai salah satu lumbung energi nasional.
“Masih belum terpenuhinya Kalimantan Timur sebagai lumbung pangan serta kebutuhan peningkatan produksi peternakan yang seimbang dengan status daerah sebagai lumbung energi perlu diketahui para pengambil kebijakan di pemerintah pusat, termasuk terkait pengadaan sarana produksi dan infrastruktur pendukung swasembada pangan,” katanya.
Melalui partisipasi dalam PENAS KTNA XVII, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur berharap berbagai kebutuhan daerah dapat memperoleh perhatian lebih besar dari pemerintah pusat. Dukungan kebijakan, sarana produksi, serta pembangunan infrastruktur pertanian dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat terwujudnya swasembada pangan dan peningkatan kesejahteraan petani serta nelayan di Kalimantan Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....