BNPB Ingatkan Tingginya Risiko Bencana dan Pentingnya Kesiapsiagaan
- 31 Mei 2026 21:11 WIB
- Sendawar
RRI.CO.ID, Sendawar - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi tingkat kejadian bencana yang cukup tinggi, terutama yang berkaitan dengan faktor hidrometeorologi.
Direktur Penanganan Darurat Wilayah II BNPB, Brigjen TNI Djohan Darmawan, menyebutkan berdasarkan data per 29 Mei 2026, telah terjadi 1.001 kejadian bencana di Indonesia.
“Sebagian besar merupakan bencana hidrometeorologi yang mencapai 99,30 persen, seperti banjir, cuaca ekstrem, dan kebakaran hutan,” kata Djohan, di Gedung ATJ Kubar, Minggu 31 Mei 2026.
Menurut Djohan, tingginya angka kejadian bencana menunjukkan pentingnya penguatan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan dalam penanggulangan bencana.
Ia menegaskan bahwa penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan koordinasi cepat dan efektif di semua level pemerintahan.
“Penanggulangan bencana adalah urusan bersama. Sinergi pusat-daerah harus terus diperkuat agar respons bencana bisa cepat dan efektif,” ujarnya.
Selain itu, Djohan juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, termasuk memahami langkah darurat seperti evakuasi ke tempat aman, mematikan aliran listrik, serta menggunakan perlindungan diri saat kondisi darurat.
Ia berharap edukasi kebencanaan terus ditingkatkan agar risiko korban jiwa dan kerugian akibat bencana dapat diminimalkan di masa mendatang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....