Distribusi BBM ke Long Apari Terkendala Kemarau

  • 28 Jan 2026 13:44 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Mahulu – Distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke wilayah perbatasan Kecamatan Long Apari, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur mengalami kendala akibat musim kemarau. Mendangkalnya air sungai Mahakam menghambat jalur transportasi utama menuju kawasan hulu riam.

Sungai selama ini menjadi akses vital pengangkutan BBM dan kebutuhan pokok masyarakat. Saat debit air menurun, armada pengangkut tidak dapat melintas dengan muatan penuh sehingga frekuensi pengiriman turut berkurang.

Kondisi tersebut berdampak pada keterlambatan pasokan BBM dan sembako ke kampung-kampung perbatasan. Ketersediaan barang menjadi terbatas dan tidak selalu sesuai dengan kebutuhan warga.

Camat Long Apari, Petrus Ngo mengatakan, pemerintah daerah setempat telah memberikan subsidi ongkos angkut untuk membantu kelancaran distribusi. Namun, tingginya biaya operasional akibat kondisi sungai tetap memengaruhi harga barang di lapangan.

“Pengangkutan barang kebutuhan pokok tersebut lebih berisiko ketika air sangat surut, dibandingkan cuaca normal biasa. Karena selain penyempitan jalur yang hanya bisa dilalui oleh satu unit angkutan secara bergantian, armada logistik juga harus mengurangi beban muatan di aera tertentu, sehingga memakan waktu tempuh hingga tiga hari perjalanan,” ujar Petrus, Rabu, 28 Januari 2026.

Akibat situasi tersebut, harga bahan bakar minyak di tingkat pengecer mengalami kenaikan signifikan. Harga Pertalite dilaporkan bisa mencapai Rp20 ribu per liter di sejumlah wilayah perbatasan.

Kenaikan harga BBM dan sembako turut berdampak pada aktivitas ekonomi masyarakat. Biaya transportasi dan kebutuhan sehari-hari meningkat sehingga menambah beban pengeluaran warga.

Kondisi ini menjadi tantangan tahunan yang kerap terjadi saat musim kemarau di wilayah hulu Mahakam Ulu. Diperlukan upaya berkelanjutan untuk menjamin distribusi BBM dan sembako tetap lancar ke kawasan perbatasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....