OIKN-BPS Latih 802 Petugas untuk Pendataan Penduduk IKN

  • 19 Jun 2025 18:32 WIB
  •  Sendawar

KBRN, Nusantara : Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) melatih ratusan petugas untuk mendata penduduk di wilayah IKN. Kegiatan pelatihan ini berlangsung di Kantor Kemenko 3, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) pada Kamis (19/6/2025).

Pelatihan ini merupakan langkah awal pendataan lengkap dan menyeluruh terhadap penduduk yang berada di delineasasi atau wilayah yang masuk dalam kawasan IKN.

Sebanyak 802 peserta dari 55 desa/kelurahan di 7 kecamatan yang termasuk dalam delineasi kawasan IKN, dilibatkan dalam pelatihan yang dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti oleh 388 peserta, sementara sisanya akan mengikuti gelombang kedua pada waktu yang ditentukan kemudian.

BACA JUGA:

OIKN-BPS Jalin Kerja Sama Penyediaan Data IKN

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, dan dihadiri oleh Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, serta jajaran BPS Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam sambutannya, Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pendataan ini sangat penting dan akan dilakukan secara menyeluruh dari rumah ke rumah. Hal ini dikarenakan OIKN saat ini belum memiliki data dasar terkait jumlah penduduk, kondisi sosial ekonomi, hingga sebaran usaha masyarakat.

"Pendataan ini bukan berdasarkan sampel, tetapi seluruh rumah akan didatangi karena ini data dasar untuk OIKN. Jadi semua harus didatangi satu per satu,” ujar Basuki.

Ia juga meminta para petugas untuk mengikuti pelatihan dengan serius dan memahami benar isi kuesioner yang akan mereka gunakan.

“Saya minta tidak boleh pakai perkiraan, tidak boleh pakai persepsi. Harus objektif dan sesuai fakta lapangan. Dan petugas juga harus menjaga integritas dan bekerja profesional,” tegasnya.

BACA JUGA:

OIKN-Pemkab PPU Mulai Sinkronisasi Kewenangan dan Wilayah Administratif

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, menyebut kegiatan ini sebagai langkah bersejarah karena merupakan pertama kalinya BPS melakukan pendataan secara khusus di wilayah Ibu Kota Nusantara.

“Saya berharap petugas bisa menjaga akurasi, objektivitas, dan konsistensi,” katanya.

Menurutnya, peran petugas lapangan sangat penting karena kualitas data sangat bergantung pada pemahaman terhadap konsep dan variabel yang ditanyakan. Data ini nantinya akan digunakan untuk berbagai kebutuhan pembangunan, mulai dari infrastruktur hingga layanan sosial.

“Karena data dasar ini akan menjadi pedoman bagi OIKN dalam menyusun berbagai kebijakan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, menjelaskan bahwa seluruh proses pendataan ini mengikuti SOP resmi BPS agar data yang dikumpulkan valid dan terkualifikasi.

“Pelatihan ini untuk memastikan petugas mengerti informasi apa saja yang harus mereka kumpulkan. Berbeda dengan SUPAS yang hanya mengambil sampel, kali ini semua penduduk akan didata,” jelas Yusniar.

Ia menekankan bahwa masyarakat diharapkan bersikap terbuka dan jujur saat diwawancarai petugas agar hasil data benar-benar menggambarkan kondisi nyata. Hal ini penting agar kebijakan yang dirancang OIKN nantinya benar-benar tepat sasaran.

“Kami akan mengumpulkan data soal jenis kelamin, penghasilan, migrasi, hingga jenis usaha. Semua itu penting untuk menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat sekitar IKN,” tambahnya.

BACA JUGA:

Tujuh Kecamatan Direncanakan Masuk Daerah Khusus IKN

Pendataan ini menjadi langkah awal penting untuk membangun Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan yang inklusif dan terencana. Melalui data yang akurat, pemerintah dapat menyusun program pembangunan yang lebih tepat sasaran, adil, dan merata bagi seluruh warga di sekitar wilayah IKN.

Adapun wilayah yang akan didata terdiri dari 6 kecamatan di kabupaten Kutai Kartanegara dan 1 kecamatan di kabupaten Penajam Paser Utara. Sedangkan petugas pendataan lapangan berasal dari wilayah sekitar IKN termasuk mahasiswa, pegawai BPS Provinsi Kalimantan Timur, BPS Kabupaten PPU dan Kutai Kartanegara.

OIKN dan BPS mengajak seluruh warga desa dan kecamatan yang menjadi bagian dari kawasan IKN untuk berpartisipasi aktif dan mendukung proses pendataan ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....