Waskita Karya Bangun Jembatan Satwa di Tol IKN
- 25 Mei 2025 23:03 WIB
- Sendawar
KBRN, Nusantara : PT Waskita Karya (Persero) Tbk membangun jembatan satwa di proyek Jalan Tol Ibu Kota Nusantara (IKN) Seksi 3B, segmen KKT Kariangau–Simpang Tempadung, Kalimantan Timur. Jembatan satwa ini dibangun dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan di tengah pembangunan infrastruktur IKN.
Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita mengatakan, jembatan sepanjang 8,16 meter tersebut dirancang sebagai jalur perlintasan alami bagi satwa liar endemik Kalimantan seperti macan dahan, bekantan, beruang madu, dan orangutan.
Struktur ini menghubungkan dua bukit yang terpisah oleh jalan tol serta mempertahankan kesinambungan habitat di kawasan hutan lindung Sungai Wein.
“Jembatan ini menyambungkan antara bukit dengan bukit, untuk memudahkan perpindahan hewan-hewan yang berhabitat di hutan lindung Sungai Wein," ujar Ermy, dikutip Antara, Sabtu (24/5/2025).
Berbeda dari jembatan pada umumnya, jembatan satwa ini berbentuk dua terowongan yang ditimbun dengan mortar busa, yakni material yang lebih ringan dan ramah lingkungan dibandingkan timbunan tanah konvensional. Teknologi ini sejalan dengan konsep green infrastructure yang diterapkan di kawasan IKN.
“Kami menyadari, bukan hanya manusia yang membutuhkan jalur aman dan nyaman. Hewan pun perlu ruang hidup yang lestari,” tambah Ermy.
Proyek senilai Rp2,6 miliar ini dibangun di koridor satwa liar yang berhimpitan langsung dengan hutan lindung. Proses konstruksi dilakukan secara hati-hati agar tidak mengganggu habitat satwa yang dilindungi.
Waskita menargetkan pembangunan jembatan satwa rampung pada Agustus 2026, sesuai dengan jadwal proyek Tol IKN Seksi 3B.
Sebelumnya, Wakil Menteri PUPR Diana Kusumastuti juga meninjau pembangunan terowongan satwa di Jalan Tol Akses IKN Seksi 2B (Kariangau–Simpang Tempadung) pada Akhir Desember 2024. Ia menekankan pentingnya menjaga prinsip pembangunan berkelanjutan dan ramah lingkungan di IKN.
"Ini bagus sebagai upaya pelestarian dan menjaga ekosistem yang berkelanjutan. Saya ingin tekankan juga soal keamanan bahan jembatan," ujar Wamen Diana.
Terowongan satwa pada Tol Akses IKN dibangun menggunakan material corrugated steel plate (pelat baja bergelombang) yang kuat dan fleksibel.
Ia menyebut ada empat titik terowongan yang disiapkan untuk pergerakan satwa liar seperti beruang madu, dengan ukuran bentang panjang 80,77 meter, lebar 25,12 meter, dan tinggi 12,74 meter. Terowongan ini juga akan dilengkapi tanaman hijau agar menyerupai habitat alami.
Adapun proyek Jalan Tol Akses IKN saat ini terbagi dalam tiga seksi utama:
• Seksi 3A: Karangjoang–KKT Kariangau (13,4 km)
• Seksi 3B: KKT Kariangau–Simpang Tempadung (7,3 km)
• Seksi 5A: Simpang Tempadung–Jembatan Pulau Balang (6,7 km)
Pembangunan ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana infrastruktur modern dapat sejalan dengan pelestarian alam dan keberlanjutan lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....