Umbut Rotan Tetap Eksis di Pasar Tradisional Kutai Barat

  • 05 Okt 2026 19:16 WIB
  •  Sendawar

RRI.CO.ID, Sendawar - Batang rotan muda atau yang dikenal masyarakat dengan sebutan umbut rotan, tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Bagian muda tanaman rotan tersebut juga dapat diolah menjadi makanan tradisional yang menjadi salah satu kuliner masyarakat Dayak di Kalimantan.

Setelah diolah, umbut rotan dapat dimasak menjadi berbagai hidangan, mulai dari gulai yang dicampur ikan, sayur asam, hingga disantap sebagai lalapan bersama sambal.

Penjual umbut rotan di Pasar Malam, Feronika mengatakan, umbut yang dijualnya berasal dari tanaman rotan yang tumbuh di kawasan hutan. Dalam sekali berjualan, ia dapat membawa sekitar 30 batang umbut untuk ditawarkan kepada pengunjung pasar.

“Dalam sekali berjualan, saya bisa membawa sekitar 30 batang umbut,” kata Feronika, Senin 5 Oktober 2026.

Menurutnya, umbut rotan masih diminati masyarakat yang mengenal dan terbiasa mengolah bahan pangan tersebut menjadi menu sehari-hari.

Umbut rotan memiliki bagian batang yang masih muda sehingga dapat dikonsumsi setelah melalui proses pengolahan.

Bahan pangan tersebut kemudian dapat dimasak sesuai selera dengan bumbu dan bahan pelengkap yang tersedia di rumah.

Keberadaan umbut rotan di pasar juga menjadi bagian dari keberagaman pangan lokal yang masih dipertahankan masyarakat. Selain memiliki nilai konsumsi, pengolahan umbut menjadi makanan turut memperlihatkan cara masyarakat memanfaatkan hasil hutan sebagai sumber pangan.

Kuliner berbahan umbut rotan menjadi salah satu makanan tradisional yang masih dapat dijumpai di Kalimantan Timur.

Di tengah semakin beragamnya pilihan makanan, keberadaan kuliner lokal tersebut menjadi bagian dari kekayaan tradisi dan cita rasa masyarakat Dayak yang terus dikenalkan dari generasi ke generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....